BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja menjadi indikator utama penilaian ASN dan non-ASN. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penerapan manajemen talenta dalam penempatan jabatan dan promosi, selain kepangkatan dan eselon.
Penegasan itu Sri Juniarsih sampaikan saat memimpin apel gabungan awal tahun 2026, Senin (5/1/2026).
“Jangan pernah lelah belajar dan meningkatkan kompetensi. Ini penting untuk pengembangan karier,” tegas Sri Juniarsih.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan loyalitas dalam struktur organisasi pemerintahan. Sri Juniarsih mengingatkan jajaran OPD agar tidak mengambil kebijakan tanpa sepengetahuan pimpinan.
“Dalam organisasi tidak boleh ada dua matahari. Loyalitas tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Sri kemudian mewajibkan seluruh perjalanan dinas kepala OPD, asisten, dan staf ahli agar diketahui kepala daerah. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga efisiensi anggaran sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi ASN.
“Apa yang OPD lakukan juga menjadi tanggung jawab kepala daerah. Maka wajib melakukan koordinasi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sri Juniarsih mengapresiasi kinerja ASN dan non-ASN selama delapan bulan periode kepemimpinan keduanya. Ia menilai koordinasi antarperangkat daerah semakin baik dan mendukung percepatan program prioritas.
Selain itu, ia menyampaikan serapan APBD Berau per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 97 persen dari pagu Rp6 triliun.
Dalam waktu dekat, Pemkab Berau akan menggelar evaluasi APBD 2025 dan pembahasan strategi APBD 2026. Dengan pemangkasan anggaran OPD hingga 50 persen, Sri Juniarsih meminta fokus pada program prioritas.
“Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (bro2)



