NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Pariwisata Kaltim Digenjot, Rute Maratua Dibuka 16 Januari 2026

Pariwisata Kaltim Digenjot, Rute Maratua Dibuka 16 Januari 2026

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Otoritas Bandar Udara Wilayah VII terus mendorong penguatan konektivitas udara untuk mengakselerasi sektor pariwisata Kalimantan Timur agar semakin terkenal hingga tingkat global.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menyebut potensi wisata Kalimantan Timur sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan akses transportasi yang memadai.

“Destinasi wisata Kaltim itu ibarat mutiara dalam lumpur. Tinggal bagaimana mutiara itu bisa ke permukaan agar bersih dan berkilau,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ferdinan menegaskan pemerintah saat ini tengah menggalakkan sektor pariwisata, sementara Kalimantan Timur memiliki beragam destinasi unggulan yang tidak kalah menarik ketimbang daerah lain.

Ia mencontohkan Kabupaten Berau yang memiliki objek wisata alam kelas dunia seperti Biduk-Biduk, Pulau Derawan, dan Pulau Maratua.

Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Putri Sakinah

Sebagai langkah konkret, Otoritas Bandara Wilayah VII memastikan pembukaan penerbangan perdana rute Tanjung Redeb-Maratua pada 16 Januari 2026.

“Penerbangan ini kami dorong agar wisata Kaltim tidak hanya terkenal, tetapi juga mendunia,” kata Ferdinan.

Pesawat ATR 72 milik Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang akan melayani rute tersebut. Selain itu, Lion Group melalui Super Air Jet akan menambah frekuensi penerbangan Balikpapan-Berau dari dua kali menjadi tiga kali sehari.

Maskapai Citilink juga akan meningkatkan layanan dengan mengganti tipe pesawat dari ATR menjadi Airbus untuk rute menuju Berau.

AKTIFKAN RUTE PENERBANGAN LAINNYA

Tidak hanya itu, Bandara Kalimarau Berau juga akan melayani rute penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan pulang-pergi yang dengan maskapai Wings Air.

Jalan Utama KIPP IKN Hampir Rampung, Progres 99 Persen

Otoritas Bandara Wilayah VII juga memastikan pengaktifan kembali rute Balikpapan-Tanjung Selor, Bulungan, yang sebelumnya sempat terhenti.

“Kami terus memantau dan mengoordinasikan seluruh pihak. Keberadaan otoritas bandara adalah untuk memfasilitasi agar pergerakan moda transportasi udara bisa kembali hidup seperti tahun 2019,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya juga membuka peluang pengembangan rute baru yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan wilayah Kalimantan Tengah, seperti Bandara H. Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

“Pembukaan dan penambahan rute ini agar mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional,” pungkas Ferdinan. (bro2)

Basuki Hadimuljono Pimpin Apel Perdana Otorita IKN Awal 2026