BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Pemkot Balikpapan Prioritaskan Relokasi Warga Rawan Banjir

Pemkot Balikpapan Prioritaskan Relokasi Warga Rawan Banjir

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan akan merelokasi warga yang bermukim pada kawasan rawan banjir. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan dan menjadi agenda utama pembangunan pada 2026 ini.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa Pemkot mulai menyiapkan pembebasan lahan Jalan MT Haryono, Gang Mufakat dan sekitarnya.

“Ini sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir perkotaan,” kata Rahmad Mas’ud, Selasa (6/1/2026).

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menilai penanganan banjir perlu penataan ulang kawasan permukiman.

Ia menyebut pembangunan fisik saja tidak cukup mengatasi banjir berulang. Sehingga salah satu fokus utama ialah optimalisasi Bendali Sungai Ampal.

Lapas Balikpapan Canangkan Zona Integritas dan Kinerja 2026

Bendali tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 200 ribu meter kubik air. “Tahun ini akan kita sempurnakan agar efektif mengurangi banjir,” ujarnya.

Pemkot berencana meningkatkan fungsi bendali saat curah hujan tinggi. Selain juga mengembangkan bendali menjadi ruang publik multifungsi, baik sebagai ruang edukasi maupun ekonomi.

“Kita libatkan UMKM agar ada dampak ekonomi bagi warga,” jelasnya.

Selain bendali, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan normalisasi saluran primer dan sekunder. Perbaikan bahkan sudah berlangsung untuk saluran sekunder Balikpapan Baru dan kawasan Inhutani.

“Nantinya pekerjaan normalisasi akan berlanjut ke kawasan hilir kota,” imbuhnya.

Pemkot Balikpapan Dukung EPTD Lewat Parkir Elektronik

Kendati begitu, Rahmad menyebut Jalan MT Haryono menjadi titik perhatian utama. Pasalnya, kapasitas saluran kawasan tersebut sering memicu genangan.

“Normalisasi saluran air juga terus berjalan,” ucapnya.

Rahmad kembali menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan telah menyiapkan rencana relokasi warga Gang Mufakat dan sekitarnya. Bahkan ia memastikan anggaran pembebasan lahan tersedia pada 2026.

“Kawasan sering banjir akan kita bebaskan dan warganya juga kita relokasi,” tukasnya. (bro2)

Volume Sampah Masuk TPAS Manggar Menurun saat Nataru