BERANDAPOST.COM, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menutup tahun 2025 dengan pencapaian penting pada sektor eksplorasi migas. Terutama setelah menemukan sumber daya minyak dan gas bumi baru dalam wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.
Temuan tersebut melalui pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X) dan dinilai memperkuat peran PHM dalam menjaga pasokan energi nasional.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menjelaskan bahwa pengeboran MDP-1X merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang menargetkan langkah cepat atau quick win.
Strategi ini memaksimalkan pemanfaatan fasilitas produksi terdekat yang telah lama beroperasi. Sehingga dapat mempercepat pengembangan tanpa pembangunan infrastruktur baru berskala besar.
Meski memiliki keterbatasan area kerja, PHM tetap menjalankan eksplorasi secara agresif dan terukur. Perusahaan menerapkan konsep geologi terbaru, termasuk new exploration play concept untuk wilayah yang sudah lama berproduksi.
“PHM juga memperkuat sinergi dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM. Sinergi tersebut untuk memastikan keberhasilan kegiatan eksplorasi,” ujar Setyo Sapto Edi, Selasa (6/1/2026).
Ia menyebutkan, temuan sumur MDP-1X bakal memiliki potensi Original Oil in Place sekitar 106 juta barel setara minyak atau MMBOE.
PHM menargetkan pengembangan lanjutan agar sumber daya tersebut segera berkontribusi pada peningkatan lifting migas nasional. Sekaligus juga mendukung swasembada dan ketahanan energi.
Sejak mengelola Wilayah Kerja Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dan mencatatkan empat discovery. Setyo menilai MDP-1X sebagai salah satu temuan paling signifikan di area Blok Mahakam.
TINGKATKAN PRODUKSI PHI
Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHM menjalankan eksplorasi dan pengembangan migas sejalan dengan strategi induk perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.
Setyo Sapto Edi menegaskan komitmen PHM dalam menjalankan operasi hulu migas secara bertanggung jawab.
“Kami berkomitmen menjalankan proyek investasi dan kegiatan operasional hulu migas yang selamat, patuh, dan bernilai tambah agar dapat menghasilkan energi berkelanjutan bagi Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami terus berinvestasi melalui pengeboran sumur-sumur baru untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan menjaga kinerja lapangan migas mature Kalimantan.”
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menekankan pentingnya eksplorasi dalam menjaga kesinambungan energi nasional.
“Eksplorasi menjadi kunci keberlanjutan energi. Dengan temuan MDP-1X, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi Kalimantan, dan meningkatkan Reserve to Production PHI,” kata Sunaryanto.
Secara teknis, PHM mengebor sumur MDP-1X hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Tekanan tinggi membatasi penetrasi target utama, namun PHM tetap mengidentifikasi potensi migas pada lapisan lebih dangkal.
Lapisan tersebut meliputi Sepinggan Carbonate Sequence dan Sepinggan Deltaic Sequence yang menunjukkan prospek menjanjikan.
PHM melakukan uji alir atau drill stem test pada zona SCS sebagai tindak lanjut temuan sumur Manpatu-1X tahun 2022. Pengujian tersebut mengonfirmasi kemampuan produksi yang baik dari reservoir karbonat dan batu pasir.
Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur MDP-1X mencatat laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari serta produksi gas mencapai 5 MMSCFD.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa lapangan migas mature masih menyimpan potensi besar apabila terkelola dengan pendekatan teknologi dan strategi eksplorasi yang tepat.
“Kami meyakini inovasi dan teknologi akan menjaga keberlanjutan investasi hulu migas serta memberi dampak positif bagi perekonomian dan pembangunan energi nasional,” pungkasnya. (bro2)



