BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Cakupan pelayanan air bersih Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), segera bertambah signifikan. Sekitar lima ribu rumah yang berbatasan langsung dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mendapatkan sambungan rumah (SR) dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku.
Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan perluasan layanan ini seiring dengan rencana beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP) Sepaku berkapasitas 50 liter per detik.
“Kami baru melaporkan kepada Pak Sekda terkait persiapan peresmian WTP 50 di Sepaku. Insyaallah, jika tidak ada halangan, tanggal 19 nanti Pak Bupati akan meresmikan beroperasinya WTP tersebut,” ujar Abdul Rasyid, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, AMDT telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan operasional WTP, sembari menunggu penyelesaian akhir beberapa pekerjaan.
Ia menjelaskan, WTP Sepaku memiliki kapasitas produksi 50 liter per detik dan akan memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat. Kapasitas ini juga akan mendapat dukungan pembangunan WTP lain Kecamatan Waru berkapasitas 10 liter per detik yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
“Kalau Waru sekarang masih finishing. Mudah-mudahan bisa peresmian bersamaan, tapi kalau tidak memungkinkan, mungkin nanti terpisah,” jelasnya.
MENDAPAT DUKUNGAN OTORITA IKN
Khusus untuk Sepaku, Abdul Rasyid menyebut potensi sambungan rumah dari WTP 50 liter per detik ini setara dengan sekitar 5.000 SR. Sambungan tersebut mendapat dukungan dari Otorita IKN (OIKN).
“Untuk WTP 50 Sepaku, sambungan rumahnya insyaallah dapat bantuan dari OIKN. Bupati PPU, Mudyat Noor, sudah menyurat dan mengajukan permohonan, dan responsnya cukup baik. Dari usulan sekitar 6.411 sambungan, harapan kami minimal separuhnya bisa terpenuhi tahun ini. Ini khusus untuk Sepaku,” ungkapnya.
Ia menyebut, sumber air baku WTP Sepaku berasal dari Intake Sepaku yang juga memenuhi kebutuhan air minum WTP 300 liter per detik milik IKN.
“Intake-nya satu, pompanya satu, sumber airnya juga sama. Sedangkan untuk WTP Waru, air bakunya berasal dari Embung Waru dan Bendung Waru, yang mengelola BWS,” terang Abdul Rasyid.
Secara keseluruhan, jumlah sambungan rumah AMDT PPU hingga akhir tahun ini telah mencapai sekitar 17.200 sambungan. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang bertambah sekitar 1.500 hingga 2.000 sambungan.
“Target tahun ini lebih besar, karena ada asumsi OIKN ikut membantu. Dari pengajuan sekitar 6.000 sambungan, paling tidak kita berharap separuhnya bisa terealisasi,” pungkasnya. (bro3)



