EKONOMI
Beranda / EKONOMI / PHM Rehabilitasi 345 Hektare DAS Manggar dan Sungai Wain

PHM Rehabilitasi 345 Hektare DAS Manggar dan Sungai Wain

PHM memperkuat fungsi ekologis hutan lindung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. (BerandaPost.com/Humas PHI)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam bersama SKK Migas Wilayah Kalimantan Sulawesi memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui Program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai. Program ini berlangsung untuk kawasan Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain, Kalimantan Timur, pada 20 Desember 2025.

Kegiatan penanaman pohon serentak terlaksana pada Wilayah Kerja Mahakam dan DAS Manggar Kilometer 12 Balikpapan. Program ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan serta upaya menjaga keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan rehabilitasi mencakup Hutan Lindung Manggar dan Hutan Lindung Sungai Wain, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Total luas rehabilitasi mencapai 345 hektare dan kini memasuki tahap pemeliharaan tahun pertama.

“Program rehabilitasi ini sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Setyo, Rabu (7/1/2025).

Program tersebut mengacu pada SK Menteri LHK Nomor SK.11697/Menlhk-PDASRH/KTA/DAS.1/11/2023 tertanggal 3 November 2023. Dalam pelaksanaannya, PHM melibatkan Kelompok Tani Hutan binaan Program Perhutanan Sosial KPHL Balikpapan.

Cuaca Ekstrem dan Ramadan, BI Balikpapan Waspadai Tekanan Inflasi

“Keterlibatan masyarakat bertujuan mendorong peningkatan ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.

PHM menerapkan pola tanam agroforestri dengan komposisi 400 tanaman pokok dan 100 tanaman sela per hektare. Jenis tanaman mencakup MPTS seperti manggis, durian, nangka, leci, alpukat, jeruk siam madu, kelengkeng, dan rambutan.

Selain itu, ditanam pula tanaman kayu endemik seperti pulai, mahoni, jelutung, dan meranti. Tanaman sela berupa kopi, pala, dan kayu manis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

REHABILITASI AREA DAS

Setyo menjelaskan, PHM saat ini memiliki delapan SK PPKH atas nama SKK Migas-PHM yang berlokasi Kutai Kartanegara. Perusahaan berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban PPKH secara tepat waktu.

“Kami memastikan rehabilitasi DAS memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung penurunan emisi karbon,” ujarnya.

Inflasi Balikpapan 2025 Terkendali di 2,71 Persen

Sedangkan Ketua Gapoktan Mitra Wana Lestari, Syaifuddin, menilai pengembangan hutan berbasis kebun buah membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

“Kami mengapresiasi komitmen PHM dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan KTH Sungai Wain, Hepi Eko Rahmanto, menyebut bencana alam menjadi pengingat pentingnya peran hutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kami berkomitmen menjaga, melestarikan, dan juga memulihkan fungsi hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak 2024 PHM mendukung pembiayaan penanaman dan pendampingan hingga perawatan lahan seluas 214 hektare. Lahan tersebut telah ditanami berbagai jenis MPTS dengan pola agroforestri.

PHM Temukan Sumber Migas Baru di South Mahakam Kaltim

Melalui rehabilitasi DAS Manggar dan Sungai Wain, PHM juga ingin menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Manfaat itu mencakup pengembangan agroforestri, hasil hutan bukan kayu, hingga jasa lingkungan berbasis pariwisata alam. (bro3)