BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Kalimantan Timur terus memperkuat langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan untuk memastikan harga tetap terjangkau.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) telah terlaksana 24 kali sepanjang Desember 2025 lalu.
“Selain Gerakan Pangan Murah, penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan juga terus kita gencarkan untuk menstabilkan harga pada tingkat konsumen,” ujar Budi, Rabu (7/1/2026).
TPID wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur juga memperkuat koordinasi melalui komunikasi efektif. Langkah ini melalui pelaksanaan tujuh kali High Level Meeting tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
High Level Meeting tersebut berlangsung untuk Kabupaten Berau pada 4 Desember 2025, Kota Samarinda 9 Desember 2025, Kabupaten Kutai Barat 11 Desember 2025, Kota Bontang 17 Desember 2025, Provinsi Kalimantan Timur 18 Desember 2025, Kabupaten Mahakam Ulu 19 Desember 2025, serta Kabupaten Kutai Kartanegara 22 Desember 2025.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah antisipatif terhadap risiko inflasi dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Ke depan, TPID Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor. Pengendalian inflasi akan terus berpedoman pada Strategi 4K, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Langkah ini agar mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tandasnya. (bro2)



