BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Potensi perparkiran cukup besar untuk menjadi pemasukan daerah. Bahkan bisa menambah pemasukan daerah dari sektor retribusi.
Terlebih sistem parkir nontunai juga telah berlaku untuk sejumlah lokasi strategis. Tidak hanya pusat perbelanjaan modern, tetapi juga sudah merambah ke kawasan Balikpapan Permai.
Terkini, Pemerintah Kota Balikpapan mulai melirik penerapan parkir nontunai untuk pasar tradisional. Apabila terlaksana secara optimal, maka pendapatan asli daerah (PAD) bisa bertambah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Fadli Pathurrahman menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem parkir nontunai untuk pasar tradisional.
“Kebijakan ini menjadi bagian penataan parkir dan peningkatan kualitas layanan publik,” kata Fadli, Jumat (9/1/2026).
Untuk itu, pihaknya kini telah membina 219 juru parkir yang tersebar pada berbagai titik kota. Petugas tersebut telah melalui pemutakhiran data dan kelengkapan administrasi.
“Pemutakhiran data sudah kami lakukan agar pelayanan parkir lebih tertib,” ujar Fadli.
Sebelumnya, uji coba parkir nontunai telah berjalan terhadap kawasan Balikpapan Permai. Nantinya hasil uji coba tersebut mendapatkan evaluasi sebelum menerapkan parkir nontunai secara luas.
“Kami juga akan menyiapkan penerapan parkir nontunai untuk BSSC Dome, Stadion Batakan, Gedung Kesenian dan sembilan pasar tradisional,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya telah memasang enam unit kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut memantau aktivitas parkir dan potensi parkir ilegal.
“Data dari rekaman CCTV kami gunakan untuk evaluasi jumlah kendaraan parkir harian sekaligus menilai kinerja juru parkir binaan,” jelasnya.
Fadli memastikan kawasan parkir nontunai akan lengkap denhan parking gate dan mesin handheld. Selain juga membekali petugas parkir binaan dengan kartu identitas dan rompi resmi.
“Kami juga menyiapkan perangkat parkir ilegal untuk evaluasi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (bro2)



