EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Pertamina Nyaris Menyerap Penuh Kuota BBM Subsidi

Pertamina Nyaris Menyerap Penuh Kuota BBM Subsidi

Pertamina Patra Niaga mencatat realisasi BBM subsidi hampir penuh pada 2025 dan memperkuat distribusi energi nasional menuju 2026. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga penyaluran BBM subsidi sesuai kuota pemerintah. Realisasi penyaluran Solar subsidi mencapai 98,7 persen dari kuota nasional. Selanjutnya, Minyak Tanah terealisasi 97,6 persen, sementara Pertalite mencapai 90,1 persen.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut kinerja 2025 menjadi fondasi penting menuju 2026.

“Sepanjang 2025, kami memastikan energi tersedia merata dari Sabang sampai Merauke secara berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis tertulis, Minggu (11/1/2026).

Selain BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi BBM non-subsidi, termasuk untuk SPBU swasta. Konsumsi BBM non-subsidi menunjukkan tren positif daripada 2024.

Kemudian Pertamax meningkat 20 persen dan Pertamax Turbo naik 75 persen. Sedangkan Dexlite tumbuh 11 persen, sedangkan Pertamina Dex meningkat 36 persen.

PLN dan Kejaksaan Kaltim Perkuat Sinergi Proyek Listrik

Selanjutnya untuk BBM ramah lingkungan Pertamax Green 95 melonjak 117 persen sepanjang 2025. Peningkatan terjadi karena adanya penambahan jaringan menjadi 177 SPBU pada berbagai wilayah.

Sementara pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram mencapai 99,77 persen dari kuota nasional. Bahkan Program One Village One Outlet melayani lebih dari 62.600 desa dan kelurahan wilayah konversi.

Bahkan distribusi LPG non-subsidi rumah tangga juga meningkat. Pertamina Patra Niaga mencatat Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg meningkat 10 persen.

Kemudian dalam mendukung ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mengelola outlet LPG dan SPBUN bersama koperasi nelayan. Hingga akhir 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG dan minyak tanah telah beroperasi. Serta sebanyak 1.575 outlet lainnya siap beroperasi.

“Energi harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Mars Ega.

RDMP Balikpapan Kunci Swasembada Solar Indonesia 2026

Untuk menjaga keandalan pasokan, perusahaan mengaktifkan Satgas RAFI dan Satgas NATARU.

Kemudian saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),  distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman selama Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR STRATEGIS

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan infrastruktur strategis sepanjang 2025. Pengembangan mencakup Terminal LPG Bima, revitalisasi Terminal LPG Arun, dan Fuel Terminal Labuan Bajo.

Dalam penanganan pascabencana Sumatera, distribusi energi berjalan melalui darat, laut, dan udara. Selain itu, Pertamina mengerahkan mobil tangki, kapal laut, pesawat perintis, Hercules, dan helikopter sling load LPG.

Pada agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel. Tiga Aviation Fuel Terminal memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA internasional pada 2025.

Strategi Investasi Jangka Panjang, Fokus Tujuan Bukan Return

Program Movement Ramah Lingkungan mengumpulkan 154.408 liter minyak jelantah dari 5.225 partisipan. Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memperkuat layanan ritel dan energi berkelanjutan.

“Kami siap mendukung kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden RI,” pungkasnya. (bro2)