EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Otban VII Temui Gubernur Kaltim Bahas Konektivitas Bandara

Otban VII Temui Gubernur Kaltim Bahas Konektivitas Bandara

Otoritas Bandara Wilayah VII bertemu Gubernur Kaltim, bahas pengembangan bandara, rute baru, dan penguatan konektivitas udara penyangga IKN. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Otoritas Bandar Udara Wilayah VII bersama pemangku kepentingan sektor penerbangan menggelar audiensi dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Pertemuan ini membahas pengembangan konektivitas transportasi udara Kalimantan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Ferdinan Nurdin memimpin audiensi yang berlangsung belum lama ini. Hadir jajaran Lion Air Group, pengelola bandara, pelaku usaha kebandarudaraan, serta Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.

Audiensi memfokuskan pembahasan pada penguatan konektivitas udara regional, nasional, hingga internasional. Para pihak mendorong pengembangan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan sebagai hub utama Kalimantan Timur yang terintegrasi dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Bandara SAMS Sepinggan memiliki peran strategis sebagai penghubung IKN dengan pusat pemerintahan, bisnis, industri, dan destinasi wisata nasional maupun internasional,” ujar Ferdinan Nurdin, Selasa (13/1/2026).

LION AIR BUKA RUTE KALIMARAU-MARATUA

Dalam kesempatan tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyampaikan rencana pembukaan rute penerbangan baru Tanjung Redeb melalui Bandara Kalimarau menuju Maratua. Rute ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 Januari 2026.

Whiz Prime Hotel Balikpapan Hadirkan Menu Kuliner Baru

Lion Air Group juga mengundang Gubernur Kalimantan Timur untuk mengikuti penerbangan perdana rute tersebut sekaligus meninjau Pulau Maratua dan melanjutkan kunjungan ke Berau.

Selain itu, Ferdinan memaparkan sejumlah rencana strategis pengembangan transportasi udara Kalimantan Timur. Rencana tersebut mencakup persiapan rute Tarakan-Berau, Berau-Tarakan, Balikpapan-Tanjung Selor, Tanjung Selor–Balikpapan, serta rute Berau-Maratua dan Maratua-Berau.

Pembahasan juga mencakup pembangunan Bandara Baru Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu, persiapan operasional Bandara Internasional APT Pranoto Samarinda, serta penerapan National Logistic Ecosystem (NLE) pada Bandara Kalimarau Berau.

BAHAS PERUBAHAN STATUS BANDARA IKN

Selain itu, audiensi menyinggung rencana perubahan status Bandara IKN menjadi bandara internasional untuk penerbangan umum. Termasuk persiapan operasional Bandara Bayan Resources, serta optimalisasi layanan Bandara Bontang.

Dalam forum tersebut, para pihak juga membahas rencana pembukaan rute penerbangan internasional Samarinda-Kuala Lumpur. Rute ini akan beroperasi pada akhir Februari 2026 mendatang.

Presiden Resmikan RDMP Balikpapan, Bahlil Pastikan Setop Impor Solar

“Untuk memperkuat konektivitas global Kaltim dan mendukung sektor pariwisata serta ekonomi daerah,” jelas Ferdinan.

Audiensi turut membahas pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang rancangannya memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 x 30 meter. Bandara ini nantinya mampu melayani pesawat tipe ATR. Bandara ini guna memperkuat konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan.

Melalui audiensi ini, seluruh pemangku kepentingan berharap sinergi semakin solid guna mempercepat pengembangan konektivitas udara. Sekaligus juga memperkokoh peran Kaltim sebagai gerbang utama menuju IKN. (bro2)