BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Langit Balikpapan berubah menjadi mendung tebal yang menurunkan hujan deras sekira pukul 15.00 Wita pada Selasa (3/2/2026). Dalam waktu singkat, air menggenang pada sejumlah ruas kota.
Menurut Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, hujan dengan intensitas tinggi berkaitan erat dengan awan kumulonimbus.
“Kalau hujan besar terjadi, dampaknya memang langsung terasa. Beberapa titik lokasi mengalami genangan akibat curah hujan yang tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, curah hujan mencapai sekitar 47 milimeter. Angka itu masuk kategori lebat hingga sangat lebat sehingga memicu genangan terutama kawasan Jalan MT Haryono yang kerap menjadi langganan banjir.
“Genangan yang terjadi murni akibat curah hujan, bukan karena pasang laut,” jelasnya.
Meski begitu, risiko dapat meningkat bila hujan lebat bertemu pasang laut. Sebab, sebagian aliran sungai Balikpapan bermuara langsung ke laut.
“Kalau hujan dengan intensitas seperti ini bertemu pasang laut, itu bisa memicu banjir rob. Bahkan tanpa pasang pun, beberapa titik Balikpapan sudah tergenang,” tambah Djoko.
Lebih jauh, cuaca Kalimantan Timur kini dipengaruhi La Nina Lemah. Selain itu, perlambatan angin Pulau Kalimantan dan peningkatan suhu muka laut Selat Makassar turut berperan.
“Kombinasi ini mendorong aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan,” jelasnya.
Bahkan kelembapan udara yang basah pada setiap lapisan atmosfer ikut memperkuat proses tersebut. “Karena itu, peluang hujan sedang hingga lebat masih terbuka,” terangnya lagi. (bro2)


