BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memilih jalur sederhana dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129. Tahun ini, pemerintah meniadakan pesta rakyat dan hiburan berskala besar sebagai langkah efisiensi anggaran.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden serta ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait pengurangan kegiatan seremonial. Pemerintah lalu menggeser konsep perayaan agar lebih merata dan dekat dengan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-129 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun kota tetap berlangsung melalui syukuran bersama pada seluruh kecamatan.
“Insyaallah kita tetap melakukan syukuran bersama. Konsep ini justru lebih baik karena merata dan memungkinkan pertemuan langsung dengan masyarakat,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Dio (sapaan akrabnya), pemerintah menghapus agenda hiburan besar yang biasanya menghadirkan artis dan band nasional. Ganti pesta rakyat tersebut berupa kegiatan sederhana yang menekankan nilai kebersamaan dan rasa syukur.
“Yang kita tiadakan adalah kegiatan bersifat pesta atau selebrasi besar. Jadi, untk tahun ini tidak ada hiburan dengan artis nasional,” jelasnya.
Meski berlangsung sederhana, ia tetap menegaskan makna peringatan HUT Kota Balikpapan tetap terjaga. Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk program prioritas dalam rangkaian kegiatan.
“Efisiensi tetap berjalan tanpa mengurangi makna. Program prioritas pemerintah tetap masuk dalam peringatan HUT,” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta untuk upacara dan pesta rakyat berskala besar. Tahun ini, anggaran tersebut berhasil ditekan signifikan sehingga pemerintah berpotensi menghemat ratusan juta rupiah.
DUKUNGAN HIPMI DAN KNPI
Penghematan juga mendapat dukungan dari kolaborasi pihak swasta dan masyarakat. Sejumlah kegiatan HUT terlaksana secara mandiri, seperti tablig akbar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), diskusi panel, serta nonton bareng gelaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada 11 Februari mendatang.
Pemerintah juga memberi ruang luas kepada kecamatan untuk berkreasi. Para camat bebas merancang syukuran sesuai kearifan lokal wilayah masing-masing.
“Kita dorong camat berinovasi. Harapannya, suasana bahagia dan rasa syukur tetap masyarakat rasakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (bro2)


