BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Meski tahapan Pemilu dan Pilkada belum berjalan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) tetap menjaga denyut pendidikan politik masyarakat. Upaya tersebut terus bergulir sebagai bagian dari penguatan partisipasi pemilih sejak dini.
Komisioner KPU PPU, Aris, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tetap berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan politik tidak harus menunggu tahapan resmi Pemilu.
Aris menjelaskan, timnya menerapkan dua pendekatan utama, yakni daring dan luring. Untuk kegiatan luring, KPU memanfaatkan peran sebagai pembina upacara pada sejumlah sekolah serta mengikuti kegiatan yang terfasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Pembina upacara sudah kita lakukan, kemudian juga lewat kegiatan Kesbangpol. Selain itu, kita juga melaksanakan podcast sebagai bentuk sosialisasi selama tidak ada tahapan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, pendekatan daring lebih menitikberatkan pada produksi konten pendidikan politik melalui media sosial. Strategi ini menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Lebih lanjut, Aris menyebut pemilih pemula sebagai sasaran utama sosialisasi saat ini. Hal tersebut berangkat dari tingginya tingkat partisipasi pemilih pemula dan generasi milenial pada Pilkada sebelumnya yang hampir menyentuh angka 50 persen.
“Mereka antusias dan sudah cukup melek politik. Lebih mudah mengarahkan anak-anak Gen Z karena sudah dekat dengan teknologi, sehingga gaya sosialisasinya juga harus menyesuaikan,” jelasnya.
LAKUKAN SOSIALISASI INOVATIF
Aris mengakui, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama pelaksanaan sosialisasi luar tahapan. Kondisi tersebut mendorong jajarannya untuk terus berinovasi agar kegiatan tetap berjalan efektif.
“Anggaran memang sangat terbatas. Maka kita lakukan kegiatan yang minim budget, seperti sosialisasi saat pembina upacara yang bisa menjangkau lebih dari 100 peserta, podcast, serta pembuatan konten,” katanya.
Kendati tanpa kegiatan tatap muka berskala besar, Aris memastikan sosialisasi pendidikan politik tetap berlangsung secara konsisten dan terarah.
Terkait tahapan Pemilu mendatang, Aris menjelaskan bahwa proses akan melalui tiga fase, yakni persiapan, pelaksanaan, dan pasca-Pemilu. Fase persiapan direncanakan mulai pada 2027, baik awal maupun pertengahan tahun.
“Proses pelaksanaan kemungkinan akan berlangsung pada 2028 hingga 2029,” pungkasnya. (bro2)


