EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Lomba CLSR Pertamina RU V Tanamkan K3 Saat Overhaul Kilang

Lomba CLSR Pertamina RU V Tanamkan K3 Saat Overhaul Kilang

Pertamina RU V Balikpapan menggelar Lomba Elemen CLSR saat pemeliharaan kilang guna menanamkan budaya K3 dan meningkatkan kepatuhan keselamatan kerja. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas pemeliharaan kilang kerap menjadi fase paling menantang dalam operasional energi. Pada momen inilah, Pertamina Refinery Unit V memanfaatkan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk menegaskan kembali komitmen keselamatan melalui Lomba Elemen Corporate Life Saving Rules (CLSR).

Lomba berlangsung pada area High Vacuum Unit dan Hydrocracking Unit, dua zona kerja dengan tingkat risiko tinggi. Melalui kegiatan ini, Pertamina RU V mengajak pekerja dan mitra kerja memahami keselamatan sebagai budaya bersama, bukan sekadar kewajiban prosedural.

Manager Human Capital Pertamina RU V, Nugrahani Indra Suwarto, mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh peserta. Menurutnya, lomba ini memberi gambaran nyata tentang peran setiap individu dalam menjaga keselamatan kerja.

“Terima kasih sudah mengingatkan dari elemen-elemen CLSR, yang perlu diperhatikan memang peran dari semua anggotanya. Ini melihat secara real setelah sebelum-sebelumnya hanya berupa video, sangat kreatif dapat membuat alat peraga untuk tiap Elemen CLSR,” ujar Indra dalam rilis, Kamis (5/2/2026).

Pelaksanaan lomba memiliki makna strategis karena bertepatan dengan masa pemeliharaan rutin kilang. Pada fase ini, volume pekerjaan meningkat dan melibatkan beragam aktivitas berisiko. Kehadiran kontraktor, perwira, serta jajaran manajemen memperluas jangkauan pesan keselamatan kerja.

Harga Emas Terkini Galeri 24, Antam, dan UBS

Selanjutnya, lomba CLSR berfungsi sebagai pengingat kolektif agar setiap pekerja tetap patuh terhadap aturan keselamatan, meski tekanan pekerjaan meningkat. Kesadaran tersebut menjadi kunci utama untuk mencegah potensi kecelakaan kerja.

Indra menyoroti pentingnya kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri sebagai benteng utama keselamatan.

“Terkadang banyak yang melakukan aktivitas pekerjaan dalam area yang wajib APD seperti sarung tangan, masker, dan ear plug tetapi berpikiran menggunakannya nanti, menggunakan *ear plug* nanti ketika sudah merasa tidak nyaman. Semua APD yang tidak kita gunakan berpengaruh tidak sekarang, mungkin berpengaruh nanti setahun atau dua tahun kemudian. Ini sangat penting untuk kita semua saling menjaga, saling peduli akan keselamatan dalam bekerja,” tambah Indra.

RANGKAIAN LOMBA CLSR

Rangkaian kegiatan bermula registrasi peserta pada titik kampanye keselamatan. Setelah itu, panitia membuka acara dan melakukan pengundian nomor urut sebagai penanda awal penampilan tim.

Setiap tim memperoleh waktu persiapan tiga menit, termasuk yel-yel, lalu menampilkan simulasi selama lima menit. Para peserta menghadirkan alat peraga serta skenario kerja yang mencerminkan penerapan Elemen CLSR pada kondisi lapangan.

XLSMART Hadirkan Paket Disney+, Streaming Makin Mudah

Area HVU dan HCU menjadi fokus utama penilaian. Kreativitas, ketepatan pesan, serta kesesuaian dengan situasi kerja menjadi indikator utama, mengingat fase pemeliharaan rutin menuntut kewaspadaan lebih tinggi.

Setelah seluruh tim menyelesaikan penampilan, panitia mengumumkan pemenang lomba. Juara pertama diraih bagian Oil Movement, juara kedua bagian Environment, serta juara ketiga bagian HCC. Sementara itu, kategori Best Property jatuh kepada bagian Supporting.

Melalui Lomba Elemen CLSR ini, nilai keselamatan kerja semakin mengakar. Keselamatan hadir sebagai komitmen kolektif, baik bagi pekerja internal maupun kontraktor, sekaligus menegaskan bahwa budaya K3 menjadi fondasi utama operasional kilang.

Sejalan dengan prinsip Operational Excellence, Pertamina RU V terus menghadirkan program edukatif dan partisipatif guna memperkuat budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, andal, dan berdaya saing. (bro2)

Program TJSL PLN Kaltimra Jangkau 22.588 Penerima Manfaat