BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Kepanikan menyelimuti orangtua siswa di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara. Puluhan anak mendadak mual dan muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (11/2/2026).
Sebanyak 24 murid SDN 008 Waru dan seorang siswa SMAN 2 Waru diduga mengalami keracunan. Orangtua langsung memadati Puskesmas Waru untuk memastikan kondisi anak.
Peristiwa bermula saat Puskesmas Keliling Waru menerima laporan dari pihak sekolah. Sejumlah murid mengeluh mual tidak lama setelah makan.
Kepala Puskesmas Waru, Rohani, mengatakan laporan awal hanya menyebut lima pasien. Jumlah itu bertambah cepat saat proses penjemputan.
“Awalnya lima pasien. Saat ambulans menjemput, jumlahnya menjadi 24 anak, total 25 termasuk siswa SMA. Gejala rata-rata muntah lebih dari tiga kali, nyeri perut, dan pusing,” ujarnya.
Dokter umum Puskesmas Waru, dr Dian, menjelaskan beberapa siswa bahkan harus membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Ada yang perlu infus karena lemas, sebagian cukup obat minum. Kondisi sekarang stabil dan tidak ada rujukan ke rumah sakit,” jelasnya.
SISWA MENDAPAT PERAWATAN MEDIS
Suasana puskesmas sempat tegang. Sumarno, orang tua murid kelas 3 SD, mengaku kecewa. Program yang bertujuan meningkatkan gizi justru membuat anak sakit.
“Anak saya muntah-muntah. Kalau keamanannya seperti ini, saya menolak program ini berlanjut,” ujarnya.
Informasi dari lapangan juga menyebut dugaan makanan tidak layak konsumsi. Beberapa pihak menyebut puding terasa kecut dan kuah sayur mengental.
EVALUASI MENU MBG
Sementara itu, PIC Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru, Yedi Kesuma, membenarkan distribusi makanan mencapai 1.017 porsi hari itu. Dugaan awal juga mengarah pada salah satu komponen makanan dari mitra UMKM.
“Ini hari pertama pemberdayaan UMKM. Dugaan sementara ada masalah masa tenggang makanan, khususnya puding. Dari seribu lebih porsi, sekitar 25 orang terdampak,” katanya.
Yedi juga menyampaikan sertifikat layak hygiene dapur operasional masih dalam proses karena dapur baru berjalan sekitar satu minggu.
Pihaknya memastikan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sampel makanan juga pihaknya amankan untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (bro2)


