BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Apple bersiap membuka babak baru pada lini iPhone ramah anggaran. iPhone 17e dijadwalkan meluncur 19 Februari 2026 dengan fokus utama pada performa dan kecerdasan buatan.
Sejak awal, perangkat ini menarik perhatian karena membawa chipset A19 terbaru. Chip tersebut dipadukan RAM 8GB dan dukungan Apple Intelligence 2.0. Kombinasi ini memungkinkan pemrosesan AI langsung pada perangkat, mulai dari pembuatan teks hingga sintesis gambar.
Selain itu, kemampuan komputasi menjadi nilai jual utama. Pengujian awal dari berbagai analis teknologi menunjukkan perangkat mampu menangani multitasking dan beban kerja berat tanpa jeda berarti. Kinerja semacam ini biasanya hanya hadir pada ponsel kelas atas.
Tidak hanya performa, Apple juga menghadirkan kembali MagSafe dengan pengisian nirkabel hingga 25 watt. Kehadiran fitur ini membuka akses ke berbagai aksesori, seperti dompet magnetik dan dudukan pengisi daya.
Kemudian, sektor konektivitas turut mendapat perhatian. iPhone 17e membawa modem baru yang mendukung jaringan 5G lebih efisien. Perangkat juga mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0, sehingga transfer data lebih cepat dan stabil untuk penggunaan jangka panjang.
Namun demikian, beberapa kompromi tetap terlihat. Layar masih memakai refresh rate 60Hz. Standar ini tertinggal daripada banyak ponsel Android kelas menengah yang telah memakai panel 90Hz atau 120Hz. Akibatnya, animasi dan gulir layar terasa kurang halus bagi pengguna yang terbiasa dengan refresh rate tinggi.
Dari sisi desain, Apple tetap mempertahankan notch tradisional. Perubahan visual tergolong minim sehingga tampilan terasa familiar, bahkan cenderung konservatif bagi sebagian pengguna.
KAMERA: MINIMALIS NAMUN TERBATAS
Pada sektor kamera, Apple memilih pendekatan sederhana. Kamera utama 48MP tetap menjadi andalan dengan kualitas foto tajam berkat pemrosesan perangkat lunak. Akan tetapi, ketiadaan lensa ultra-wide mengurangi fleksibilitas saat memotret lanskap atau objek lebar.
Sebaliknya, kamera depan justru mendapat peningkatan. Sensor 18MP hadir bersama fitur Center Stage yang mampu menyesuaikan framing secara otomatis saat panggilan video. Fitur ini relevan dengan tren kerja jarak jauh dan komunikasi virtual.
Secara keseluruhan, iPhone 17e menempatkan performa dan konektivitas sebagai prioritas. Layar dan kamera menjadi sektor yang dikompromikan demi menjaga harga tetap terjangkau.
Ke depan, strategi Apple ini akan menarik untuk diamati. Jika pengguna lebih memprioritaskan performa dan AI, iPhone 17e berpotensi menjadi pilihan kuat pada segmen menengah. Namun bagi mereka yang mengejar layar lebih halus dan kamera lebih lengkap, persaingan dari ponsel Android masih cukup berat. (bro2)


