BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Balikpapan Hadapi Ujian Ketahanan Pangan Jelang Ramadan

Balikpapan Hadapi Ujian Ketahanan Pangan Jelang Ramadan

Pemkot Balikpapan melakukukan pemantauan pasokan beras di salah satu distributor pada 11 Agustus 2025 lalu. Pasokan pangan Balikpapan masih bergantung dari luar daerah. Pemkot memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga stok dan menekan inflasi jelang Ramadan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Menjelang Ramadan 2026, ketahanan pasokan pangan Balikpapan kembali menjadi perhatian. Aktivitas pasar mulai meningkat, sementara sebagian besar bahan pangan masih bergantung pada suplai luar daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, mengungkapkan produksi pangan lokal belum mampu menutup kebutuhan masyarakat. Kontribusi pasokan dari dalam kota, termasuk hortikultura, baru sekitar 7 persen dari total kebutuhan.

“Pasokan terutama Jawa dan Sulawesi,” ujar Haemusri, Kamis (12/2/2026).

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan wilayah penghasil. Skema berbasis business to business (B2B), dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator komunikasi antarpelaku usaha.

“Pemkot sifatnya memfasilitasi. Untuk teknis kerja sama ada pada Perumda,” tandasnya.

Wali Kota Ajak Warga Rawat Taman Terbuka Balikpapan Barat

Meski terus memperluas kerja sama, ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar daerah tetap menyisakan tantangan. Kenaikan permintaan menjelang hari besar keagamaan kerap memicu gejolak harga.

“Terutama bila distribusi terganggu,” ucapnya.

Situasi ini memperlihatkan bahwa penguatan produksi pangan lokal menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa peningkatan kapasitas produksi dalam daerah, ketahanan pangan Balikpapan akan tetap rentan setiap memasuki Ramadan maupun momentum hari besar lainnya. (bro2)