BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pagi itu suasana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan tampak lebih sibuk dari biasanya. Petugas bersiap, kemudian memeriksa dokumen, dan satu per satu warga binaan menjalani tahapan administrasi sebelum berangkat menuju Lapas Kelas IIA Samarinda. Sebanyak 50 orang mengikuti proses pemindahan yang bertujuan mengurangi kepadatan hunian.
Langkah ini bukan sekadar perpindahan tempat menjalani masa pidana. Pihak rutan memandangnya sebagai bagian dari penataan hunian agar pembinaan berlangsung lebih efektif dan keamanan tetap terjaga.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menegaskan mutasi tersebut merupakan strategi menjaga stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
“Langkah ini kami lakukan untuk mengurangi kepadatan hunian sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan lebih efektif sesuai tahapan masa pidana masing-masing warga binaan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, jumlah penghuni yang terlalu padat dapat memengaruhi efektivitas pembinaan dan pengawasan. Hunian yang lebih proporsional memberi ruang bagi petugas untuk meningkatkan pelayanan dan kontrol keamanan.
Proses pemindahan berlangsung terencana. Seleksi internal dengan mempertimbangkan masa pidana serta kebutuhan pembinaan lanjutan. Pengawalan ketat melibatkan petugas rutan bersama aparat kepolisian, dan seluruh tahapan mengikuti standar operasional pemasyarakatan.
Sebelum keberangkatan, warga binaan menjalani pemeriksaan identitas, pengambilan sidik jari, serta pencatatan register. Pemeriksaan badan dan barang bawaan juga untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang terbawa.
“Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai SOP, mulai dari pemeriksaan hingga pencatatan administrasi. Kami pastikan semuanya berjalan aman dan tertib,” jelas Agus.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Muhammad Adi Putra, juga memberi arahan sebelum rombongan berangkat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama perjalanan dan mematuhi aturan pada tempat pembinaan yang baru.
“Para warga binaan juga kami minta untuk tetap mengikuti program pembinaan dengan sikap kooperatif dan disiplin,” tuturnya. (bro2)


