BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) mengevaluasi kelanjutan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru setelah insiden dugaan keracunan siswa SDN 008 Waru. Pemerintah menghentikan sementara layanan untuk memastikan keamanan konsumsi siswa.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan keputusan pembukaan kembali layanan bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh dan pemeriksaan sampel makanan.
“Kalau tidak ada unsur kesengajaan, berarti lanjut. Tapi kalau tidak sesuai aturan, bisa saja tutup. Keputusan akhir ada di tangan pusat berdasarkan laporan dari sini,” ujar Waris usai meresmikan SPPG Polres PPU, Jumat (13/2/2026).
Waris juga menyoroti temuan lapangan yang menunjukkan menu puding. Menu tersebut dugaannya menjadi pemicu gangguan kesehatan, dan berasal dari pihak ketiga. Ia menegaskan aturan program mewajibkan seluruh pengolahan makanan berlangsung dari dapur SPPG tanpa melibatkan pihak luar.
Pemerintah daerah, kata Waris, tetap bertanggung jawab penuh terhadap kondisi para siswa yang terdampak. Ia mengaku telah berkonsultasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memperbaiki sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
RESMIKAN SPPG POLRES PPU
Pada kesempatan yang sama, Waris meresmikan groundbreaking SPPG Polres PPU. Ia juga meninjau sarana dan prasarana dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kesiapan fasilitas baru tersebut.
Waris menilai fasilitas dapur telah memenuhi standar nasional, baik dari segi kebersihan maupun kelengkapan ruang. Ia optimistis SPPG Polres PPU dapat menjadi percontohan bagi satuan pelayanan lainnya.
Meski demikian, Waris memberikan arahan khusus kepada koordinator dapur mengenai pengelolaan limbah. Ia meminta pengelola menjaga sistem pembuangan tetap steril agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun risiko kesehatan.
“Saya melihat semuanya ada di sini, artinya kebersihan dan ruangannya sudah baik. Standarnya menggunakan standar nasional,” imbuhnya. (bro3)


