BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran gedung bertingkat menuntut BPBD Balikpapan memiliki kesiapan peralatan yang memadai. Namun, di Balikpapan, alat utama untuk menjangkau titik api pada ketinggian justru mulai menua.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengajukan pengadaan unit sky lift baru guna memperkuat penanganan kebakaran bangunan tinggi.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan unit sky lift yang tersedia saat ini telah berusia lebih dari 10 tahun. Sejumlah kerusakan mulai muncul, terutama pada sistem hidrolik.
“Unit sky lift yang ada saat ini usianya sudah lebih 10 tahun. Beberapa bagian, khususnya hidrolik, mengalami kerusakan. Tahun lalu sudah kami usulkan perbaikan, tetapi terkendala efisiensi anggaran,” kata Usman Ali, Sabtu (14/2/2026).
Usman menegaskan keberadaan sky lift sangat penting. Alat tersebut memungkinkan petugas menjangkau titik api pada ketinggian yang tidak mampu terjangkau peralatan biasa. Tanpa dukungan alat ini, proses pemadaman gedung bertingkat berisiko lebih lama dan berbahaya.
Selain mengusulkan perbaikan unit lama, BPBD Balikpapan juga mengajukan pengadaan sky lift baru. Harga per unit tergolong tinggi, berkisar Rp20 miliar hingga hampir Rp30 miliar.
“Saat ini kami mengajukan bantuan pendanaan melalui BPBD Provinsi untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut,” jelasnya.
BPBD menilai sky lift dengan jangkauan 32 meter paling sesuai dengan kondisi infrastruktur kota. Pertimbangan utama berasal dari daya dukung jalan.
“Untuk saat ini kami membutuhkan sky lift dengan jangkauan 32 meter. Daya tahan aspal Kota Balikpapan kemampuannya hanya sampai situ. Berbeda dengan kota seperti Surabaya yang bisa menggunakan unit hingga 100 meter karena daya dukung jalannya lebih kuat,” pungkas Usman.
Harapannya, pengadaan alat baru dapat segera terwujud agar kesiapsiagaan kebakaran tetap terjaga. Bagi kota dengan pertumbuhan bangunan vertikal yang terus meningkat, kecepatan menjangkau titik api sering menjadi penentu keselamatan. (bro2)


