OLAHRAGA
Beranda / OLAHRAGA / China Raih Medali Pertama Seluncur Cepat Olimpiade Musim Dingin

China Raih Medali Pertama Seluncur Cepat Olimpiade Musim Dingin

Sun Long bangkit dari kesalahan estafet dan meraih perak nomor 1.000 meter short track Olimpiade Musim Dingin 2026. (Xinhua/Xue Yuge)

BERANDAPOST.COM, MILAN – Sorak penonton memenuhi arena seluncur cepat saat Sun Long melintasi garis finis. Wajahnya tegang, lalu perlahan berubah haru. Atlet asal China itu baru saja menebus kesalahan besar yang sempat membayangi langkahnya.

Pada nomor 1.000 meter putra cabang seluncur cepat lintasan pendek Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Kamis (12/2), Sun Long meraih medali perak. Catatan waktunya 1 menit 24,565 detik, hanya terpaut 0,028 detik dari Jens van ’t Wout asal Belanda yang merebut emas. Rim Jong-un asal Korea Selatan finis ketiga dengan waktu 1 menit 24,611 detik.

Melansir Antara, Minggu (15/2/2025), hasil tersebut memberi China medali pertama pada disiplin short track dalam ajang ini. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi titik balik bagi Sun Long setelah kegagalan pada nomor estafet beregu campuran dua hari sebelumnya.

“Saya tidak memikirkan medali tertentu, hanya berupaya mempertahankan posisi yang baik dan menghindari kesalahan,” kata Sun.

Ia mengakui proses bangkit tidak mudah. Dukungan rekan setim menjadi faktor penting yang menguatkan mentalnya.

Pesilat Kodam VI/Mlw Juara Umum Piala Pangdam Palaka Wira

“Tidak mudah untuk pulih dalam waktu sesingkat itu. Namun, tim mendukung saya. Saat perlombaan berakhir, Anda melupakannya dan fokus pada perlombaan berikutnya,” katanya.

VELZEBOER CATAT REKOR BARU

Sementara itu, arena Milano Ice Skating Arena juga menyajikan momen bersejarah lain. Bintang Belanda Xandra Velzeboer memecahkan rekor dunia nomor 500 meter putri pada semifinal dengan waktu 41,399 detik, melampaui rekornya sendiri. Ia kemudian memastikan medali emas dengan catatan 41,609 detik pada final.

Sedangkan pada cabang lain, kejutan besar datang dari nomor snowboard halfpipe putri. Choi Ga-on, atlet Korea Selatan berusia 17 tahun, tampil memukau dan merebut emas. Kemenangannya menggagalkan ambisi Chloe Kim dari Amerika Serikat yang memburu medali emas Olimpiade ketiga secara beruntun.

Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan dinamika persaingan yang kian ketat pada ajang olahraga dunia Olimpiade Musim Dingin 2026. Atlet muda mulai menantang dominasi nama-nama besar, sementara para bintang berpengalaman terus berjuang menjaga reputasi. Dari atas lintasan es maupun papan salju, setiap detik menjadi penentu sejarah. (bro2)

Galatasaray Hancurkan Juventus 5-2, Rekor Buruk Tercipta