APPLE menyiapkan peningkatan besar pada sektor konektivitas untuk lini iPhone 18 Pro yang bakal meluncur pada tahun ini. Perangkat generasi baru itu kabarnya akan memakai dua chip nirkabel terbaru.
Beranda Post melansir dari Selular.id, Senin (16/2/2026), laporan rantai pasok global menyebut Apple mulai mengembangkan smartphone dengan chip Wi-Fi dan Bluetooth secara mandiri. Inovasi teknologi ini bertujuan meningkatkan stabilitas transfer data sekaligus menekan konsumsi daya.
Strategi tersebut menjadi bagian dari ambisi Apple menguasai ekosistem perangkat keras secara penuh. Pendekatan ini sebelumnya berhasil lewat pengembangan chip seri-A dan seri-M.
Peningkatan konektivitas tidak hanya menyasar kecepatan di atas kertas. Apple ingin menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih stabil, terutama saat mengakses video resolusi tinggi dan layanan berbasis kecerdasan buatan.
KURANGI KETERGANTUNGAN PADA VENDOR
Selama bertahun-tahun Apple bergantung pada pemasok seperti Broadcom untuk chip Wi-Fi dan Bluetooth. Kini perusahaan mulai mengembangkan solusi internal agar lebih fleksibel menentukan spesifikasi dan siklus fitur baru.
Chip nirkabel baru itu kabarnya mendukung standar Wi-Fi terbaru dengan pita frekuensi lebih luas. Teknologi Bluetooth generasi baru juga bakal membuat konsumsi daya lebih hemat saat terhubung ke perangkat seperti earbud atau jam pintar.
Analis industri menilai kendali penuh terhadap komponen memberi ruang inovasi lebih cepat. Apple tidak lagi harus menunggu peta jalan teknologi dari vendor lain.
FOKUS PADA PERFORMA LINI PRO
Lini Pro selalu menjadi etalase teknologi terbaru Apple. Pada iPhone 18 Pro, penggunaan dua chip nirkabel diperkirakan menjadi pembeda utama.
Satu chip kemungkinan fokus pada konektivitas jarak pendek berkecepatan tinggi, sementara chip lain mengelola stabilitas jaringan. Pembagian tugas ini membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil.
Apple juga menguji desain antena baru yang mampu meningkatkan efisiensi transmisi sinyal tanpa mengubah desain bodi secara signifikan. Teknologi ini diharapkan mengurangi gangguan sinyal saat ponsel tergenggam.
PERSIAPKAN EKOSISTEM MASA DEPAN
Peningkatan konektivitas juga berkaitan dengan pengembangan ekosistem perangkat, termasuk integrasi dengan headset AR/VR. Koneksi cepat dan stabil menjadi kunci sinkronisasi data visual secara real time.
Pengujian teknologi baru masih berlangsung dan membutuhkan waktu cukup panjang sebelum siap masuk produksi massal. Informasi lebih rinci biasanya mulai terlihat saat tahap produksi uji coba berjalan tahun depan. (bro2)


