BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) mematangkan rencana operasi pasar murah selama Ramadan. Langkah ini bertujuan menekan kenaikan harga bahan pokok yang mulai terlihat pada pasar lokal.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU, Marlina, menyatakan pihaknya menggabungkan operasi pasar dengan agenda Safari Ramadan. Tim akan menyasar empat titik yang mewakili setiap kecamatan.
Marlina memastikan pihaknya tidak bekerja sendiri. Tim menggandeng distributor lokal, toko modern, hingga pemasok luar daerah untuk menjaga ketersediaan stok.
“Kami libatkan distributor lokal dan toko modern. Kami juga panggil distributor luar seperti Perumda Samarinda yang rutin membantu pasokan ke PPU,” ujarnya.
Dukungan perbankan turut memperkuat program ini. Bank Indonesia dan Bank BPD Kaltimtara memberi stimulus bagi warga.
Bank Indonesia menyiapkan hadiah bagi pembeli dengan transaksi lebih dari Rp50 ribu atau yang menggunakan pembayaran nontunai QRIS.
PASTIKAN HARGA SESUAI HET
Operasi pasar juga menyasar komoditas gas elpiji. Pihaknya mewajibkan seluruh mitra menjual barang di bawah harga pasar.
Untuk gas elpiji, pedagang wajib mengikuti Harga Eceran Tertinggi sesuai peraturan bupati.
Marlina menegaskan harga elpiji untuk Kecamatan Sepaku sebesar Rp23.000 per tabung. Sementara wilayah Penajam berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000.
“Tidak boleh ada yang menjual melebihi ketentuan. Kami awasi langsung pelaksanaannya,” tegasnya.
Pemkab PPU berharap operasi pasar ini menjaga daya beli masyarakat dan menekan lonjakan harga selama Ramadan. (bro2)


