BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Senja pertama rangkaian Safari Ramadan 2026 terasa hangat. Lantunan doa dan kebersamaan menyatu dalam buka puasa bersama yang mengawali agenda tahunan Pemerintah Kota Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud membuka kegiatan tersebut dan langsung mengingatkan makna Ramadan bukan sekadar rutinitas.
“Makna Ramadan ini adalah bagaimana kita memberikan contoh kepada masyarakat. Dalam bulan suci ini kita berlomba-lomba berbuat kebaikan dan meningkatkan amal ibadah. Tapi bukan hanya saat bulan Ramadan saja, setelah itu kita harus tetap istikamah,” ujarnya usai salat Tarawih, Selasa (24/5/2026).
Menurut Rahmad, Ramadan melatih pengendalian diri serta menumbuhkan kepedulian. Nilai itu, katanya, harus terus hidup setelah bulan suci berlalu.
“Artinya hikmah dan makna Ramadan itu harus kita lanjutkan. Apalagi kita sebagai pejabat, harus menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengaitkan pesan tersebut dengan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua dalam bingkai Madinatul Iman. Harmoni antarumat, menurutnya, menjadi fondasi utama.
“Kita yang muslim menjalankan syariat dengan baik. Saudara-saudara kita yang Nasrani, Hindu, Buddha juga menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Kalau semua menjalankan syariat agamanya, InsyaAllah Balikpapan aman dan harmonis,” katanya.
Pada kesempatan itu, wali kota juga menyerahkan bingkisan kepada pengelola pondok pesantren dan panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Safari Ramadan tahun ini akan menjangkau delapan masjid pada enam kecamatan. Agenda berlanjut ke Masjid Jami’ Al-Azhar Balikpapan Utara pada 26 Februari, Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan Kota 1 Maret, Masjid Mishbahush Shudur Balikpapan Barat 4 Maret, Masjid Madinatul Iman Balikpapan Selatan 6 Maret, Masjid Al-Jihad Balikpapan Selatan 9 Maret, Masjid Al-Muhajirin Balikpapan Timur 12 Maret, dan terakhir Masjid Nurul Ihsan Balikpapan Tengah 15 Maret.
Melalui rangkaian ini, Pemkot Balikpapan juga ingin memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan pesan bahwa semangat Ramadan tak berhenti pada satu bulan, melainkan menjadi napas kehidupan sehari-hari warga kota. (bro2)


