BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Dalam kegiatan itu yang dihadiri 1.500 peserta dari kabupaten/kota se-Indonesia itu, Balikpapan meraih penghargaan sebagai Kota Terbaik II Kinerja Pengelolaan Sampah 2025.
Selain penghargaan, Balikpapan juga menerima tiga unit motor operasional untuk mendukung pengangkutan sampah.
“Alhamdulillah Kota Balikpapan mendapatkan penghargaan sebagai Kota Terbaik ke-II Kinerja Pengelolaan Sampah 2025,” ujarnya melalui akun Instagram miliknya yang ia unggah dari Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Bagus menyampaikan, Pemkot Balikpapan terus berupaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar kota tetap bersih, nyaman, dan aman untuk dihuni.
“Kami terus memperkuat pengelolaan sampah supaya Balikpapan semakin bersih dan tertata,” katanya.
Ia menegaskan, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga.
“Mari kita terus bergerak menjaga kebersihan Kota Balikpapan karena kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ajaknya.
Pemkot Balikpapan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan layanan kebersihan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
INDONESIA DARURAT SAMPAH
Sebagai informasi Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026 merupakan gelaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Rakornas tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Dalam kesempatan itu, KLH/BPLH merilis hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah kabupaten/kota tahun 2025. Hasil penilaian menunjukkan bahwa belum ada daerah yang meraih kategori Adipura Kencana maupun Adipura.
Sebanyak 35 daerah memperoleh Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih. Sementara itu, 253 daerah masuk kategori pembinaan dan 132 daerah kategori pengawasan, terutama karena masih menerapkan open dumping atau capaian pengelolaan kurang dari 25 persen.
“Untuk mencapai target 100 persen pengelolaan sampah, kita tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah pusat. Komitmen kepala daerah untuk memprioritaskan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis pengurangan dari sumber sangat menentukan keberhasilan. Pemerintah pusat siap membantu, namun tanpa komitmen daerah, target ini sulit tercapai,” tegas Menteri LH/BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada tahap darurat dan memerlukan perubahan paradigma secara menyeluruh. Hingga akhir 2025, capaian sampah terkelola nasional baru mencapai 25 persen atau sekitar 36.684 ton per hari. Sedangkan 75 persen lainnya (105.483 ton per hari) belum tertangani secara memadai dan masih berisiko mencemari lingkungan. (bro2)


