BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas Ramadan belum memicu lonjakan sampah signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mencatat volume harian masih dalam batas normal.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut pengelolaan mengacu pada arahan Menteri Lingkungan Hidup yang telah ditindaklanjuti melalui edaran wali kota.
“Intinya, pengelolaan sampah mulainya harus dari rumah tangga,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Selama Ramadan, volume sampah mencapai sekitar 550 ton per hari. Namun fasilitas seperti TPST, ITF, dan MRF mampu mengurangi sekitar 120 ton setiap hari. Partisipasi rumah tangga dan sekolah turut membantu proses pengurangan.
“Akhirnya, sampah yang masuk ke TPA berkisar 380 hingga 400 ton per hari,” sebutnya.
Sudirman menilai keberadaan pasar Ramadan tidak memberi dampak besar. Pengelola pasar menyiapkan titik kumpul sebelum sampah masuk ke TPS.
“Secara umum masih normal. Sampah dari pasar Ramadan tetap terkelola dan masuk ke TPS seperti biasa,” jelasnya.
Meski stabil, DLH memprediksi lonjakan terjadi pada H-2 hingga H+1 Lebaran. Pada malam takbiran, volume bisa menembus hampir 800 ton atau dua kali lipat dari hari biasa.
DLH telah menyiapkan skema tambahan. Dalam kondisi normal, satu truk melakukan dua ritase per hari. Menjelang Lebaran, ritase dapat naik menjadi empat hingga enam kali.
Petugas kebersihan juga akan menambah jam kerja melalui sistem lembur. “Petugas akan bekerja lebih ekstra agar kondisi kota tetap bersih,” pungkasnya. (bro2)


