BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Bekantan Muncul di Permukiman Warga Gunung Sari Ilir

Bekantan Muncul di Permukiman Warga Gunung Sari Ilir

Seekor bekantan dilindungi ditemukan hidup di permukiman padat Gunung Sari Ilir, Balikpapan. BKSDA Kaltim siapkan translokasi. (Ilustrasi/Kehati)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Bekantan adalah satwa liar dilindungi. Tentunya menjadi pemandangan tak biasa bagi warga yang bermukim dalam kawasan perkotaan.

Primata berhidung panjang ini umumnya hidup dalam ekosistem hutan bakau dan daerah pesisir. Namun, seekor bekantan dewasa justru terlihat hidup pada permukiman padat penduduk. Kali ini lokasinya RT 30 Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan.

Bekantan tersebut berada pada area yang masih memiliki lahan kosong dengan pepohonan cukup lebat.

Andiani, warga setempat mengatakan, bekantan itu tampak memakan buah rambutan yang masih hijau dari pohon milik warga.

“Saya pikir ada anak-anak kecil yang ambil, ternyata monyet atau apa itu,” ucap Andiani.

Serapan Rendah, DPRD Dorong Pembentukan Pansus RS Balikpapan Barat

Warga lainnya juga sempat merekam bekantan tersebut menggunakan kamera ponsel dan membagikan video ke grup WhatsApp RT. Sejak itu, kemunculan bekantan tersebut menjadi perbincangan warga sekitar.

Warga memperkirakan bekantan tersebut telah berada dalam lingkungan itu lebih dari satu bulan. Sejak awal November 2025, bekantan tersebut kerap memakan habis buah rambutan dari pohon milik warga. Terutama saat kondisi lingkungan sedang sepi pada pagi atau siang hari.

BKSDA SIAPKAN TRANSLOKASI BEKANTAN

Sementara itu, Kepala Seksi KSDA Wilayah III Balikpapan BKSDA Kalimantan Timur, Bambang, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan proses translokasi.

“Tim sedang mempersiapkan rencana translokasi bekantan,” ujarnya.

Saat ini, BKSDA sedang menyiapkan personel dan peralatan untuk mengamankan bekantan dewasa tersebut. Menurut Bambang, kemungkinan besar satwa itu terpisah dari kelompoknya.

Debi Kembali Pimpin PWI Balikpapan, Soliditas Jadi Kunci

“Bekantan hidup berkelompok. Hewan ini sebenarnya takut dengan manusia dan tidak membahayakan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengganggu atau melukai satwa tersebut, serta segera melaporkan jika menemukan kasus serupa.

“Kami rencanakan besok turun ke lokasi,” tandasnya.

Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, bekantan juga berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), akibat alih fungsi lahan dan menyempitnya habitat alami. (bro2)

Tragedi di Pelabuhan Semayang, Info Bencana Ingatkan Standar Keselamatan