PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Warga Pesisir PPU Segera Terima Sambungan Air Gratis

Warga Pesisir PPU Segera Terima Sambungan Air Gratis

Direktur Utama Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (BerandaPost.com/Istimewa)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) mengalokasikan anggaran Rp2 miliar pada 2026 untuk program sambungan air minum gratis. Program ini menyasar sekitar 800 sambungan rumah warga pesisir berpenghasilan rendah.

Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid, menyebut anggaran tersebut berasal dari kebijakan langsung Bupati PPU, Mudyat Noor. Program ini menyasar masyarakat kategori Rumah Tangga Sangat Miskin atau R2.

“Lokasinya mencakup Saloloang, Corong, Tanjung, Babulu, Babulu Darat, dan Babulu Laut. Program ini khusus untuk masyarakat kategori R2 dan sambungan rumahnya gratis,” ujar Abdul Rasyid, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, meskipun program ini berkaitan dengan layanan air minum, Perumda AMDT tidak menjadi leading sector. Pemerintah menyerahkan pelaksanaan proyek kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

“Peran kami sebatas sosialisasi, penyediaan data, serta dukungan informasi teknis,” jelasnya.

Pemkab PPU Irit Belanja Infrastruktur, Fokus Layanan Dasar

Saat ini, tim mulai menyiapkan agenda sosialisasi ke sejumlah wilayah pesisir. Setelah itu, petugas akan melanjutkan proses pendataan calon penerima bantuan.

“Pak Bupati menginginkan penerima bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kategori R2,” katanya.

Sementara itu, masyarakat di luar kategori R2 tetap dapat mengakses sambungan air minum secara reguler. Perumda AMDT memberikan keringanan melalui skema cicilan hingga 12 kali, bergantung bulan pendaftaran.

SUBSIDI AIR MINUM BERLANJUT

Selain sambungan gratis, Abdul Rasyid juga menyampaikan kebijakan subsidi air minum pada 2026. Pemerintah daerah menetapkan subsidi untuk empat golongan penerima.

“Rumah ibadah mendapat subsidi pemakaian hingga 50 meter kubik. Masyarakat R2 memperoleh subsidi 10 meter kubik. Yayasan dan pondok pesantren masing-masing 50 meter kubik,” ujarnya.

Ekowisata Mangrove Penajam Destinasi Unggulan Penyangga IKN

Ia menambahkan, kebijakan tersebut menambah dua golongan penerima dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah juga memberlakukan subsidi selama satu tahun penuh.

“Tahun ini subsidi berlaku setahun penuh, bukan hanya enam bulan seperti sebelumnya,” jelasnya.

Perumda AMDT akan membiayai subsidi tersebut dari laba perusahaan tahun buku 2025. Namun, pihaknya masih menunggu hasil audit Kantor Akuntan Publik untuk memastikan besaran anggaran.

“Prosesnya sudah berjalan sejak Januari 2026. Namun nilai laba perusahaan masih menunggu audit, sehingga belum bisa kami sampaikan,” katanya.

Abdul Rasyid memperkirakan jumlah penerima subsidi akan terus meningkat. Penambahan sambungan R2 dari program Rp2 miliar serta hasil verifikasi lapangan pendaftaran reguler menjadi faktor utama.

Patroli Trantibum, Satpol PP PPU Tertibkan Gepeng dan Badut

“Tahun lalu anggaran subsidi hampir Rp1 miliar. Tahun ini nilainya pasti lebih besar karena jumlah penerima bertambah,” pungkasnya. (bro2)