BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Di tengah hiruk pikuk kota, Polda Kaltim memilih jalan kebudayaan. Pagelaran wayang kulit menjadi ruang temu antara tradisi, makna filosofi, dan kedekatan Polri dengan masyarakat.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menyebut gagasan pagelaran lahir langsung dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro. Inisiatif tersebut menjadi wujud peran Polri dalam menjaga warisan budaya Indonesia.
“Kami ingin ikut melestarikan budaya Indonesia, khususnya kesenian wayang kulit,” ujar Yuliyanto, Rabu (4/2/2026).
Terlebih wayang kulit telah memeroleh pengakuan dunia. UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.
Karena itu, pertunjukan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Wayang tidak hanya milik satu suku, tetapi menjadi budaya Nusantara.
“Pertunjukan wayang juga menjadi cara Polri mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus memberi hiburan,” katanya.
Pagelaran tersebut menampilkan dalang Ki Bayu Aji yang merupakan putra mendiang Ki Anom Suroto, maestro dalang asal Klaten, Jawa Tengah. Ki Bayu Aji akan membawakan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”. Pemilihan tema bukan tanpa alasan.
“Pak Kapolda meminta tema itu. Ceritanya tentang membangun khayangan yang tentunya memiliki makna filosofis,” jelas Yuliyanto.
FILOSOFI MEMBANGUN KHAYANGAN
Menurutnya, khayangan kerap dimaknai sebagai surga. Namun, maknanya juga bisa merujuk pada ruang yang memberi kenyamanan dan kedamaian.
Melalui lakon itu, Polda Kaltim berharap Bumi Etam menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua kalangan. “Baik penduduk asli, pendatang, maupun yang sekadar singgah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Yuliyanto mengajak masyarakat menikmati pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut pada 13 Februari 2026. Lokasinya Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
Pertunjukan terbuka untuk umum dan tidak ada pungutan biaya alias gratis. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize bagi penonton.
Bahkan tidak hanya suguhan budaya, Polda Kaltim turut menghadirkan dapur lapangan Brimob yang siaga sepanjang malam.
“Selama bahan tersedia, kami akan memasak untuk masyarakat,” katanya.
Menu yang juga tersedia beragam. Mulai dari pisang, jagung, dan singkong rebus hingga gorengan seperti tempe mendoan. Apabila kebutuhan belum terpenuhi, pengunjung masih dapat menikmati kuliner dari stan UMKM yang tersedia sekitar lokasi.
“Sebagai pelengkap suasana, pagelaran wayang kulit nanti juga menghadirkan bintang tamu Niken Salindry dan Gareng,” pungkasnya. (bro2)


