BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Angin puting beliung melanda Kota Balikpapan pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dengan petir yang berlangsung sejak pukul 15.00 Wita.
Kepala BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan cuaca ekstrem tersebut memicu kerusakan di beberapa lokasi. Sejumlah rumah warga rusak, sementara pohon dan tiang listrik tumbang.
“Puting beliung mengakibatkan beberapa rumah warga Jalan 21 Januari, Balikpapan Barat mengalami kerusakan. Kemudian ada pohon dan tiang listrik yang roboh dalam kawasan Gunung Pipa,” ujar Djoko.
Dalam berita sebelumnya, rangka bangunan rumah yang ambruk tersebut kemudian menimpa seorang warga asal Garut, Jawa Barat. Korban bermana Anggi dan kesehariannya sebagai pedagang gulali.
Selanjutnya, Djoko menjelaskan, puting beliung karena pertumbuhan awan konvektif yang intens akibat kondisi atmosfer yang labil. “Kondisi itu semakin menjadi karena curah hujan tinggi untuk wilayah Balikpapan,” terangnya.
Analisis BMKG menunjukkan sejumlah faktor atmosfer turut memicu peningkatan aktivitas konvektif wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Termasuk indeks SOI yang signifikan, pengaruh gelombang atmosfer, serta adanya belokan angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, anomali suhu muka laut sejumlah perairan Indonesia juga meningkatkan potensi penguapan dan pembentukan awan hujan. Kondisi lokal Balikpapan yang labil memperkuat peluang terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat dengan petir dan angin kencang. Terutama pada masa peralihan cuaca yang masih berpotensi menimbulkan fenomena cuaca ekstrem. (bro2)


