BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa SDN 008 Waru, Kecamatan Waru.
Mudyat menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan melakukan berbagai tindak lanjut atas kejadian tersebut. “Kita sudah menanggapi itu dengan berbagai tindak lanjut,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, saat ini Pemkab PPU juga telah menerima surat dari pemerintah pusat khususnya terkait dengan pelaksana program MBG yang berisi pemberitahuan untuk dilakukan pemeriksaan sementara. Pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Ada surat dari deputi untuk pemeriksaan sementara. Nanti kita evaluasi ulang lagi. Secepatnya. Kita menunggu dari pusat karena deputi sudah mengeluarkan surat pemberitahuan sementara,” jelasnya.
PERKETAT PEMERIKSAAN MENU MBG
Mudyat juga menilai evaluasi perlu memusatkan perhatian pada proses pemeriksaan makanan. Ia bahkan menegaskan standar penyelenggaraan MBG sebenarnya sudah memuat sejumlah persyaratan yang wajib terpenuhi.
“Jadi mungkin ini pada tingkat proses pemeriksaan, bagaimana proses makanan dan sebagainya yang harus sangat ketat,” katanya.
Saat mendapat pertanyaan terkait kemungkinan penghentian program, Mudyat menegaskan keputusan tersebut berada pada kewenangan pemerintah pusat.
“Bukan kita yang memutuskan. Jadi kita tunggu dari pusat,” tegasnya. (bro3)


