BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Pemkot Balikpapan Finalisasi Surat Edaran Pasar Ramadan

Pemkot Balikpapan Finalisasi Surat Edaran Pasar Ramadan

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat meninjau Pasar Ramadan tahun lalu. Pemkot Balikpapan masih memfinalkan Surat Edaran Pasar Ramadan 1447 H. Camat diminta melaporkan lokasi, sementara Dinkes menyiapkan sidak keamanan pangan. (Dok. Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, suasana persiapan Pasar Ramadan Balikpapan belum sepenuhnya bergerak. Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu terbitnya surat edaran resmi sebagai landasan penentuan lokasi, mekanisme pelaporan, serta pola pengawasan.

Di tengah antusiasme masyarakat dan pelaku usaha kecil, proses penyusunan aturan teknis masih berlangsung pada Bagian Pemerintahan. Asisten I Tata Pemerintahan Setdakot Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan proses tersebut masih tahap finalisasi.

“Regulasi teknisnya masih dalam proses. Setelah terbit, camat akan melaporkan titik pelaksanaan pada wilayahnya,” kata Zulkifl, Minggu (15/2/2026).

Karena itu, ia belum dapat memastikan jumlah maupun sebaran Pasar Ramadan. Pemerintah kota memilih menunggu laporan kecamatan agar pendataan lebih terkoordinasi dan pengawasan lintas perangkat daerah berjalan lebih mudah.

Meski begitu, sejumlah lokasi yang hampir setiap tahun ramai tetap menjadi rujukan masyarakat. Kawasan Balikpapan Permai, halaman Masjid At-Taqwa, hingga deretan ruko Bandar kerap menjadi pusat aktivitas berburu takjil menjelang berbuka. Akses jalan utama dan kepadatan permukiman membuat kawasan tersebut selalu hidup saat Ramadan tiba.

Kasdam VI/Mlw Pimpin Sertijab, Komandan Yonzipur dan Yonarmed Berganti

Pada momen inilah puluhan bahkan ratusan pelaku UMKM biasanya membuka lapak. Aneka kolak, es buah, gorengan, hingga menu berat tersaji menjelang senja. Perputaran ekonomi musiman tersebut sering memberi dampak nyata bagi pedagang kecil tingkat kelurahan.

PENGAWASAN PANGAN JADI PERHATIAN

Selain penataan lokasi, pemerintah juga memberi perhatian besar pada aspek keamanan pangan. Pengawasan kelayakan konsumsi menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.

“Nanti ada sidak dan uji klinis kuliner Ramadan,” tegas Zulkifli.

Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan inspeksi rutin dengan pengambilan sampel makanan. Pengujian melibatkan BPOM guna memastikan tidak ada kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.

Selain itu, petugas juga memeriksa kebersihan proses pengolahan dan penyimpanan makanan. Jika terbukti ada praktik yang tidak sesuai standar kesehatan, maka pedagang langsung mendapatkan pembinaan.

Jadwal Buka Puasa Hari Kedua Ramadan di Balikpapan

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya menjaga keseimbangan antara geliat ekonomi masyarakat dan perlindungan kesehatan konsumen.

Ia berharap, setelah surat edaran terbit, seluruh titik Pasar Ramadan dapat terdata dengan baik dan pelaksanaan berjalan tertib sepanjang bulan suci.

“Agar masyarakat Balikpapan dapat berbelanja kebutuhan berbuka dengan rasa aman dan nyaman,” pungkas Zulkifli. (bro2)