BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Tahun 2026 sebagai Tahun Shio Kuda Api bakal menghadirkan dinamika ekonomi yang bergerak cepat. Berbagai laporan lembaga keuangan internasional menunjukkan pertumbuhan tetap berlangsung, meski ketidakpastian global masih membayangi.
Melansir dari berbagai sumber, Senin (16/2/2026), sejumlah proyeksi menyebut ekonomi dunia tetap tumbuh moderat. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan global berada pada kisaran sedikit di atas 3 persen. Investasi, konsumsi, dan percepatan teknologi menjadi penopang utama.
Meski pertumbuhan terjaga, para analis menilai risiko masih tinggi. Konflik geopolitik, proteksionisme perdagangan, serta fluktuasi harga energi akan masih menjadi ancaman bagi ekonomi global.
Simbol Kuda Api dan Dinamika Ekonomi
Dalam simbol astrologi Tionghoa, Kuda melambangkan pergerakan, perdagangan, dan kecepatan, sementara unsur Api terkait dengan perubahan cepat dan volatilitas. Gambaran tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi dunia yang bergerak dinamis.
Kawasan Asia bakal tetap mencatat pertumbuhan lebih kuat dibanding wilayah lain. Permintaan teknologi, terutama kecerdasan buatan dan industri digital, menjadi pendorong utama. Beberapa negara bahkan merevisi proyeksi pertumbuhan karena meningkatnya kebutuhan sektor teknologi.
Prospek Indonesia Tetap Positif
Indonesia akan mampu menjaga stabilitas ekonomi pada 2026. Sejumlah proyeksi menempatkan pertumbuhan berada lebih dari 5 persen. Konsumsi domestik, investasi, dan pembangunan infrastruktur masih menjadi penopang utama.
Namun, para ekonom mengingatkan tetap perlu mewaspadai tekanan eksternal. Perubahan suku bunga global, nilai tukar, dan kondisi perdagangan internasional dapat memengaruhi kinerja ekonomi nasional.
Tahun 2026 juga juga menjadi periode persaingan yang semakin ketat. Dunia usaha harus lebih adaptif terhadap perubahan teknologi serta pola konsumsi masyarakat.
Secara keseluruhan, Tahun Shio Kuda Api bukan masa krisis, tetapi juga bukan periode lonjakan ekonomi besar. Ekonomi akan tumbuh stabil, namun bergerak cepat dan menuntut kewaspadaan dari pelaku usaha maupun pemerintah. (bro2)


