BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Meski tidak mengalokasikan anggaran belanja buku pada tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memastikan koleksi literatur tetap bertambah melalui skema hibah dan bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Kepala Dispusip PPU, M Yusuf Basra, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengandalkan pasokan buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu tambahan koleksi terbaru mencakup buku braille untuk penyandang tunanetra.
“Kami menerima kiriman buku braille dari Kementerian Sosial bulan lalu. Kehadiran koleksi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyediakan fasilitas ramah disabilitas, melengkapi akses tangga khusus yang sudah tersedia sesuai standar pemerintah,” ujar Yusuf, Jumat (20/2/2026).
LONJAKAN PENGUNJUNG SIGNIFIKAN
Transformasi suasana gedung pasca-renovasi pada akhir tahun lalu membuahkan hasil positif. Yusuf mencatat adanya tren kenaikan jumlah pengunjung yang sangat drastis sejak Oktober hingga Desember 2025.
Biasanya rata-rata pengunjung sekitar 200-250 orang per bulan. Kini, rata-rata pengunjung baru mencapai 700 orang per bulan.
Sementara total koleksi buku saat ini mencapai sekitar 30 ribu eksemplar dengan lebih dari 12 ribu judul buku.
Yusuf menilai suasana gedung yang lebih nyaman dan ketersediaan area baca yang tenang menjadi daya tarik utama. Mayoritas pengunjung saat ini berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Persentase mencapai 70 hingga 80 persen,” ucapnya.
TAMBAH JAM OPERASIONAL
Terkait jam layanan, Dispusip PPU saat ini masih mengikuti jadwal kerja resmi dari Senin hingga Jumat. Namun, Yusuf tengah mengkaji rencana untuk membuka layanan pada hari Sabtu guna mengakomodasi antusiasme masyarakat.
“Kami akan melakukan uji coba buka pada hari Sabtu selama dua bulan setelah Ramadan. Kami akan memantau apakah peningkatan pengunjung cukup signifikan,” katanya.
Menurutnya, penambahan jumlah hari operasional berpengaruh terhadap pemakaian listrik kantor.
Mengenai status keanggotaan, Yusuf menegaskan bahwa perpustakaan ini terbuka untuk masyarakat umum, bukan terbatas untuk pegawai pemerintahan saja. Ia juga mengingatkan para anggota untuk tertib mengembalikan pinjaman buku agar koleksi tetap terjaga dan pemustaka lainnya dapat ikut menikmati. (bro3)


