BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Keberadaan Depo Parkir Km 13 menjadi tampaknya menjadi keniscayaan untuk mengatasi truk kontainer yang kerap memadati bahu Kota Balikpapan. Pemandangan ini bukan hal baru. Kemacetan dan risiko kecelakaan pun sulit terhindarkan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, ingin kondisi itu segera berubah. Ia mendorong percepatan pembangunan depo parkir Kilometer 13 sebagai solusi jangka panjang penataan logistik kota.
Menurutnya, lahan sekitar 11 hektare sudah siap. Proses pematangan lahan mulai berjalan tahun ini. Ia menargetkan pembangunan fisik dapat terealisasi pada 2027.
“Kami ingin proyek ini benar-benar terlaksana,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Yusri mengingatkan, rencana depo parkir bukan cerita baru. Hampir 15 tahun wacana bergulir tanpa hasil, meski sudah berganti empat kepala dinas. Ia tak ingin proyek kembali tertunda.
Keberadaan depo parkir Km 13 akan mengubah pola pergerakan angkutan barang. Truk besar tak perlu lagi masuk pusat kota untuk parkir atau bongkar muat. Arus logistik menjadi lebih tertata dan terkendali.
Selama ini, truk kontainer sering berhenti bahu jalan. Aktivitas itu mempersempit ruang kendaraan lain dan meningkatkan potensi kecelakaan. Warga pun kerap mengeluhkan gangguan lalu lintas.
Selain menata transportasi barang, depo parkir juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah kota dapat menarik retribusi parkir dan layanan pendukung lain secara lebih optimal.
Komisi III DPRD berkomitmen mengawal proses perencanaan hingga tahap realisasi. Yusri meminta pemerintah kota memastikan kesiapan anggaran dan tahapan teknis agar target 2027 tercapai.
Bagi Balikpapan yang terus tumbuh sebagai kota jasa dan penyangga IKN, depo parkir Km 13 bukan sekadar proyek infrastruktur. Fasilitas ini menjadi simbol keseriusan menata kota agar lebih tertib, aman, dan produktif. (bro2)


