BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi melalui pasokan petani lokal.
Kepala Distan PPU Andi Trasodiharto menegaskan pihaknya siap memetakan kebutuhan pangan bersama petani agar pasokan sesuai kebutuhan SPPG.
“Kalau dengan petani langsung saya siap untuk membreakdown mana-mana kebutuhannya. Kami akan melakukan pemetaan. Saat ini kami sedang melakukan pemetaan, baik sayuran. Kalau beras sudah tidak ada masalah,” ujar Andi, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan petani PPU mampu memproduksi berbagai komoditas buah, seperti jeruk, pisang, dan pepaya. Petani juga mengembangkan protein hewani melalui ayam potong.
“Kalau buah-buahan insyaallah kami bisa memproduksi jeruk, pisang, pepaya. Untuk daging, banyak pengembangan, ada ayam potong kita,” katanya.
Andi menyebut pemerintah daerah telah menjalankan skema pengelolaan komoditas. Setelah petani menyelesaikan produksi, Dinas Ketahanan Pangan akan memetakan distribusi bersama SPPG. Skema ini menyesuaikan lokasi SPPG dengan sumber produksi terdekat.
“Tinggal kami ingin tahu mana SPPG-nya, apa saja kebutuhannya. Nanti kami akan mencetak dan menciptakan pola pangannya. Setelah itu ketahanan pangan yang memetakan,” jelasnya.
Melalui pola tersebut, Andi berharap SPPG menerima bahan pangan segar tanpa perlakuan kimia tambahan. Skema ini juga menargetkan ketepatan sasaran serta peningkatan harga jual hasil petani lokal.
“Sehingga bisa mendapatkan hasil yang fresh, segar, tanpa perlakuan kimia lain, tepat sasaran dan bisa mengangkat harga hasil petani. Itu harapan kita,” ungkapnya.
PETANI SIAP BERMITRA
Meski belum terjalin koordinasi langsung dengan SPPG, Andi optimistis sinergi akan terwujud saat program berjalan penuh. Distan PPU telah menyiapkan titik produksi dari berbagai kelompok tani.
“Sejauh ini kami memang belum duduk bareng, tapi saya yakin ketika pelaksanaan sudah berjalan, kami sudah menyiapkan titik-titiknya,” katanya.
Ia juga membuka peluang kemitraan jika pengadaan bahan baku melibatkan rekanan. Andi menilai harga terjangkau dan kualitas segar membuat produk petani lokal lebih kompetitif.
“Kami siap bermitra. Kami juga punya kelompok tani yang tidak hanya produksi padi, tapi juga peternakan, hortikultura, dan buah-buahan. Program pemenuhan gizi ini harus kita dukung bersama-sama,” pungkasnya. (bro3)



