BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan langkah strategis jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih. Persoalan tersebut kerap muncul saat musim kemarau dan mengganggu distribusi air ke warga.
Keterbatasan sumber air baku menjadi tantangan utama yang memengaruhi stabilitas layanan air bersih. Sehingga Pemkot memprioritaskan pembangunan Embung Aji Raden dan pengembangan SPAM Sepaku Semoi. Kedua proyek bahkan masuk perencanaan terpadu penyediaan air bersih berkelanjutan.
Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni, menjelaskan dampak defisit air baku masih terasa luas seperti tekanan air lemah dan distribusi bergilir yang masih terjadi pada sejumlah wilayah kota.
“Masalah utama kita adalah keterbatasan air baku,” ujar Murni, Jumat (23/1/2026).
Untuk itu, Pemkot menyusun RISPAM sebagai peta jalan penyediaan air berkelanjutan dan terintegrasi. Dokumen RISPAM mencatat 11 alternatif sumber air baku hasil kajian menyeluruh. Alternatif tersebut mencakup bendungan, intake sungai, hingga teknologi pengolahan air laut.
EMBUNG AJI RADEN PALING REALISTIS
Murni menegaskan setiap opsi memiliki tantangan teknis, biaya, dan kesiapan lahan. Salah satu opsi yang sempat mengemuka adalah desalinasi air laut.
“Secara teknologi memungkinkan, tetapi pembiayaannya masih terlalu tinggi. Dari seluruh alternatif, Embung Aji Raden masih paling realistis untuk jangka menengah,” ungkapnya.
Pemkot memfokuskan percepatan proyek agar memperoleh dukungan pembiayaan pemerintah pusat. Embung Aji Raden proyeksinya akan menyuplai 200 liter per detik air baku.
“Targetnya proyek itu mulai beroperasi pada 2027 hingga 2028,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot masih harus menyelesaikan pembebasan lahan lebih dari 72 hektare. Bahkan telah menyiapkan anggaran APBD untuk pembebasan lahan. Pemkot juga menunggu pelimpahan kewenangan dari Pemprov Kaltim.
“Kami berupaya agar proses administrasi dan pembebasan lahan tidak berlarut,” jelas Murni.
MANFAATKAN BENDUNGAN SEPAKU SEMOI
Selain embung, Pemkot menyiapkan SPAM Sepaku Semoi untuk menutup defisit air baku yang mencapai sekitar 1.000 liter per detik. Pemanfaatan Bendungan Sepaku Semoi menggunakan skema KPBU bersifat unsolicited.
“Untuk SPAM Sepaku Semoi membutuhkan waktu konstruksi sekitar dua tahun. Masa kerja sama rencananya hingga 30 tahun dengan nilai investasi Rp1,2 triliun,” terangnya.
Adapun lingkup proyek SPAM Sepaku Semoi mencakup intake, transmisi, reservoir, pipa distribusi, dan sambungan rumah. (bro2)



