BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih warga Kecamatan Sepaku mulai menunjukkan kemajuan nyata. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Sepaku berkapasitas 50 liter per detik yang segera beroperasi.
Fasilitas ini bakal melayani sekitar 4.000 sambungan rumah. Kehadiran IPA Sepaku juga untuk mengurangi keterbatasan akses air bersih yang sebagian masyarakat merasakan selama ini.
Anggota Dewan Pengawas Perumda AMDT, Nicko Herlambang, menyatakan pembangunan IPA Sepaku menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan sekitar IKN. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih harus berjalan seiring percepatan pembangunan wilayah.
Perumda AMDT menjalankan proyek tersebut melalui kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Otorita Ibu Kota Nusantara. Skema kerja sama ini menargetkan penguatan layanan air bersih pada kawasan penyangga ibu kota baru.
Nicko menjelaskan peresmian IPA Sepaku akan berlangsung Senin (26/1/2026), pukul 09.00 WITA, pada kawasan Intake Sungai Sepaku. Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor akan meresmikan langsung fasilitas tersebut.
Ia menambahkan pengoperasian IPA Sepaku menjadi tindak lanjut nota kesepakatan antara Perumda AMDT dan Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kesepakatan tersebut menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur air bersih wilayah penyangga IKN.
Meski kapasitas produksi tergolong besar, Nicko mengakui pemerataan layanan belum sepenuhnya tercapai. Sejumlah wilayah Sepaku masih berada di luar jangkauan jaringan distribusi, sehingga memerlukan pengembangan lanjutan secara bertahap dan terukur.
MANFAATKAN IPA WARU
Selain Sepaku, Perumda AMDT menyiapkan pengembangan layanan air bersih pada wilayah lain. Perusahaan merencanakan penambahan sambungan rumah baru dari Petung hingga Saloloang dengan memanfaatkan pasokan IPA Waru.
Sebelumnya, IPA Waru telah menjalani perbaikan untuk meningkatkan kapasitas layanan hingga kawasan pesisir. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan distribusi air bersih pada wilayah yang selama ini bergantung pada sumber terbatas.
Nicko menyebut pemerintah daerah menargetkan peningkatan sambungan rumah sebesar 10 hingga 15 persen setiap tahun. Target tersebut bakal mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih secara lebih merata.
Ia menegaskan keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya bergantung pada Perumda AMDT. Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan seperti Pamsimas.
“Tahun ini kami mendapat dukungan anggaran sekitar Rp15 miliar dari pemerintah pusat dan provinsi untuk penambahan sambungan rumah. Setelah peresmian IPA Sepaku, kami fokus mempercepat pengerjaan sambungan wilayah Waru, Petung, dan sekitarnya,” ujarnya. (bro3)



