NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Enam Anjing Andalkan Indra Tajam Cari Korban Longsor Cisarua

Enam Anjing Andalkan Indra Tajam Cari Korban Longsor Cisarua

Anjing pelacak mengandalkan indra penciuman tajam untuk mencari korban longsor Cisarua, Bandung Barat. (Dok. BNPB)

BERANDAPOST.COM, BANDUNG BARAT – Hujan tanah dan bebatuan menutup permukaan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pada medan berat itu, enam anjing pelacak K9 Polri mengandalkan indra penciuman tajam untuk mencari korban yang tertimbun longsor.

Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita bergerak mengikuti arahan handler. Setiap langkah dan endusan dari anjing pelacak ini menjadi harapan bagi keluarga korban yang menanti kepastian. Anjing-anjing terlatih ini memiliki kemampuan khusus mendeteksi korban meninggal dunia melalui metode cadaver search.

Polri mengerahkan Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri. Sebanyak 20 personel juga terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Iptu Erasmus memimpin tim K9 SAR dengan dukungan tenaga veteriner, handler, pelindung, serta pengemudi. Tim juga membawa satu unit truk boks dan empat kendaraan ransus Navara K9 guna menunjang mobilitas pada medan longsor.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menilai peran anjing pelacak K9 sangat krusial. Medan longsor yang labil menyulitkan pencarian manual dan menuntut kemampuan khusus.

SE Terbaru Upacara Bendera, Sekolah Wajib Baca Ikrar Pelajar

“Pengerahan Den K9 SAR ini menunjukkan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara cepat dan terukur agar pencarian korban berlangsung efektif,” ujar Kombes Pol. Hendra, Senin (26/1/2026).

Data Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, mencatat 105 laporan orang hilang. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 25 kantong jenazah, termasuk tiga jenazah utuh hasil pencarian terbaru.

IDENTITAS 11 KORBAN LONGSOR

Hingga Minggu sore, sebanyak 11 korban berhasil teridentifikasi, terdiri atas 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban teridentifikasi atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30), AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31).

Proses identifikasi masih berlanjut terhadap sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem oleh Tim Disaster Victim Identification Polri.

Polri juga terus memperkuat sinergi bersama TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan. Seluruh unsur bahkan berupaya menuntaskan pencarian korban dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Identitas 11 Korban Longsor Cisarua, Pencarian Libatkan Anjing Pelacak

“Polri hadir sebagai garda terdepan misi kemanusiaan. Inilah wujud Transformasi Polri Presisi yang humanis dan responsif,” tegas Kombes Pol. Hendra.

Dari puing longsor dan waktu yang terus berjalan, enam anjing pelacak itu juga tetap bekerja. Setiap isyarat penciuman menjadi penentu langkah berikutnya, sekaligus harapan bagi keluarga korban yang menunggu kabar. (bro2)