HUKRIM
Beranda / HUKRIM / Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban KM Dharma Kartika IX

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban KM Dharma Kartika IX

Tim Respons Bencana Brimob Polda Kaltim berada dalam geladak untuk persiapan evakuasi korban. Jasa Raharja Kaltim menyiapkan santunan bagi korban meninggal dan luka-luka karena miringnya Kapal KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang Balikpapan. (Info Bencana/Ruslan IB07)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Jasa Raharja Kalimantan Timur bergerak cepat merespons insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Manager Pelayanan Jasa Raharja Kaltim, Teguh, mengatakan pihaknya langsung membagi personel menjadi dua tim setelah menerima informasi terjadinya kecelakaan laut tersebut.

“Kami membagi dua tim. Satu tim menuju rumah sakit untuk memantau korban luka-luka, dan satu tim langsung ke lokasi kejadian Pelabuhan Semayang,” ujar Teguh, Selasa (27/1/2026).

Jasa Raharja masih menunggu informasi resmi lanjutan dari instansi berwenang terkait kronologi dan data lengkap korban.

“Kami belum bisa berbicara lebih banyak karena masih menunggu informasi lanjutan dari instansi yang berwenang,” katanya.

Kapal Miring di Pelabuhan Semayang, Penumpang Tewas Terjepit

Teguh memastikan, pemberian santunan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja menyiapkan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris yang sah.

“Sesuai ketentuan, santunan korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta, dan kami berikan ke ahli waris,” jelasnya.

Sementara itu, bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit dengan plafon maksimal Rp20 juta.

Informasi awal, KM Dharma Kartika IX miring saat sandar pada dermaga Pelabuhan Semayang, Selasa pagi tadi. Insiden terhadap kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka berupa patah kaki.

Proses evakuasi dan penyelidikan penyebab kejadian masih terus berlangsung dengan melibatkan TNI AL, kepolisian, dan instansi terkait. (bro2)

Babak Baru Kasus Penikaman Penjaga Toko di Balikpapan Utara