BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Target besar pemerintah pusat membangun Koperasi Merah Putih mulai 2026 menghadirkan tantangan nyata bagi Kota Balikpapan. Persoalan utama bukan pada konsep, melainkan ketersediaan lahan, terutama kawasan tengah kota yang semakin padat.
Program nasional tersebut membidik sekitar 80 ribu unit koperasi seluruh Indonesia. Setiap kelurahan direncanakan memiliki satu unit sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan peran pemerintah kota berfokus pada penyediaan lahan. Urusan pembangunan fisik akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Balikpapan punya tantangan khas. Wilayah tengah kota sangat terbatas. Berbeda dengan Balikpapan Utara dan Timur yang masih memiliki aset pemerintah kota,” ujar Bagus, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, bangunan Koperasi Merah Putih memerlukan lahan cukup luas. Ukuran bangunan mencapai sekitar 20 x 30 meter, lengkap dengan area parkir yang memadai.
“Wilayah timur dan utara masih memungkinkan. Kawasan tengah kota justru menjadi persoalan utama,” katanya.
Keterbatasan tersebut memaksa pemerintah kota menyiapkan sejumlah opsi. Penyewaan lahan atau pembebasan tanah masuk dalam skenario, namun langkah itu bergantung pada kebijakan lanjutan pemerintah.
Saat ini, dari total 34 kelurahan, baru lima lokasi lahan berstatus siap pakai. Menurut Bagus, kelima titik tersebut sudah bisa memasuki tahap awal pembangunan, meski tetap memerlukan kajian teknis.
“Secara lokasi ada yang kurang ideal. Karena itu kami libatkan OPD teknis untuk memastikan kondisi tanah aman, tidak rawan longsor, bukan kawasan mangrove, serta tidak menimbulkan masalah pada masa depan,” jelasnya.
Koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci. Pemkot juga melibatkan TNI melalui Kodim untuk mendukung penanganan serta pengamanan proses pembangunan.
“Kami minta DKUMKMP memperkuat koordinasi. Jangan sampai percepatan program justru menimbulkan persoalan hukum bagi daerah. Tekanan realisasi sangat besar, tetapi kehati-hatian tetap perlu,” pungkas Bagus.
Di tengah keterbatasan ruang kota, kesiapan lahan kini menjadi ujian utama Balikpapan dalam menyambut Koperasi Merah Putih sebagai simbol penguatan ekonomi kelurahan. (bro2)


