HUKRIM
Beranda / HUKRIM / Asmara Remaja Balikpapan Berujung Tawuran, Damai Jadi Pilihan

Asmara Remaja Balikpapan Berujung Tawuran, Damai Jadi Pilihan

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy saat merilis kasus tawuran antarkelompok remaja karena persoalasan asmara. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Jalan Inpres Muara Rapak mendadak tegang pada Jumat (16/1/2026) malam. Bukan kemacetan yang memicu keresahan, melainkan luapan emosi remaja akibat persoalan asmara.

Persoalan bermula dari ketertarikan seorang anggota kelompok BM27 asal Balikpapan Barat terhadap seorang perempuan dari lingkungan Pasobis Gang Pancur, Balikpapan Utara. Rasa suka itu tak berbalas. Penolakan kemudian memicu provokasi hingga memanaskan hubungan dua kelompok.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menyebut kasus ini perlu perhatian serius karena menyangkut masa depan anak-anak.

“Kasus ini kami anggap menonjol karena melibatkan anak-anak dan menyangkut masa depan mereka,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Ketegangan memuncak ketika kelompok BM27 mendatangi wilayah Pasobis pada malam kejadian. Teriakan dan suara knalpot memecah suasana. Pasobis keluar dari wilayahnya dan situasi berubah panas.

Mantan Direktur BUMDes Bumi Harapan Ajukan Praperadilan

“Mereka sudah ada pasangan, satu sisi ada yang melakukan provokasi,” jelas Jerrold.

Namun, menyadari potensi tawuran lebih besar, BM27 memilih meninggalkan lokasi. Sayangnya, satu sepeda motor tertinggal. Tiga remaja berusaha kabur. Dua terjatuh usai menabrak kendaraan parkir, sementara satu lainnya berhasil kabur.

“Sedangkan dua remaja lainnya tertinggal,” jelasnya.

AKSI TAWURAN TEREKAM CCTV

Kedua remaja yang tertinggal kemudian menjadi sasaran pengeroyokan. Seorang korban berhasil warga selamatkan. Korban lain sempat terbawa hingga area pemakaman sebelum akhirnya pulang ke rumah dengan kondisi babak belur.

Hasil visum mencatat luka lecet pada satu korban. Korban lainnya mengalami memar serta patah tulang selangka kanan akibat benturan benda tumpul.

ABK KM Madani Nusantara Tewas Terjepit Ekskavator dalam Geladak

Polisi bergerak cepat. Sembilan orang diamankan, terdiri dari tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan dua pelaku dewasa. Aparat turut mengamankan pakaian korban, sepeda motor rusak, rekaman CCTV, serta sebilah pisau.

Meski demikian, penanganan kasus tidak berhenti pada proses hukum. Polisi memilih pendekatan pemulihan melalui diversi dan restorative justice, dengan mempertimbangkan usia pelaku serta kesepakatan kedua pihak.

“Kehadiran polisi bukan untuk menghukum semata, tetapi memberi kesempatan kepada anak-anak agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita mereka,” tegas Jerrold.

Akhirnya, kedua kelompok sepakat berdamai. Orang tua, lurah, dan tokoh masyarakat hadir sebagai saksi. (bro2)

Ganja 50 Kilogram Nyaris Lolos dari Aceh Tenggara