BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bekerja sama dengan PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas stakeholder dalam penanganan insiden pada jalur distribusi energi.
Simulasi berlangsung di Jalan Panorama Baru, kawasan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan. Skenario menampilkan mobil tangki kehilangan kendali akibat komponen draglink terlepas dan menabrak tiang. Latihan ini melatih respons cepat, pengamanan area, evakuasi, dan koordinasi penanganan darurat secara terpadu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pihak kepolisian, Rumah Sakit Siloam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, serta dukungan PT KPI Unit Balikpapan dan Integrated Terminal (IT) Balikpapan.
Analyst I Fire & Safety Project Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ade Lutfi, menjelaskan simulasi bagian dari rangkaian Bulan K3 untuk meningkatkan kesiapan operasional.
“Ini merupakan simulasi pertama sejak kerja sama dengan Elnusa Petrofin pada 2007. Kegiatan ini sangat krusial untuk melatih keterampilan teknis dan kesiapsiagaan. Termasuk juga serta komunikasi seluruh pihak dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ade dalam rilisnya, Rabu (4/2/2026).
Ade menambahkan, simulasi memastikan setiap unsur memahami peran, tanggung jawab, dan prosedur penanganan insiden. Dengan begitu, respons bisa berjalan cepat, tepat, dan aman.
KOLABORASI LINTAS STAKEHOLDER JADI KUNCI
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa kolaborasi lintas stakeholder menjadi kunci menjaga keselamatan operasional dan distribusi energi.
“Melalui latihan bersama seperti ini, koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons seluruh stakeholder meningkat, sehingga penanganan kondisi darurat sesungguhnya dapat berjalan efektif dan terukur,” jelas Edi.
Ke depan, Pertamina merencanakan simulasi serupa untuk seluruh lokasi Regional Kalimantan pada 2026, termasuk Integrated Terminal Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda. Latihan ini membiasakan seluruh stakeholder melakukan koordinasi dan komunikasi solid.
Dengan kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap meningkatkan keahlian dan kesiapsiagaan personel, memperkuat sinergi antar tim dan instansi, serta memastikan proses penanggulangan insiden lebih cepat, aman, dan efisien. (bro2)


