INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / NASA Temukan Molekul Organik Komet Antarbintang 3I/ATLAS

NASA Temukan Molekul Organik Komet Antarbintang 3I/ATLAS

Misi SPHEREx NASA mendeteksi molekul organik pada komet antarbintang 3I/ATLAS. Temuan ini memberi petunjuk baru tentang materi awal tata surya. (HO - Yahoo Actualities)

BERANDAPOST.COM, WASHINGTON – Sebuah komet antarbintang kembali membuka tabir misteri asal-usul materi kosmik. Melalui misi SPHEREx, NASA mengarahkan teleskop inframerahnya ke komet 3I/ATLAS pada Desember 2025. Pengamatan itu menambah data penting tentang objek langka yang melintas tata surya.

Dalam laporan penelitian NASA terbaru, ilmuwan menemukan sejumlah molekul organik, seperti metanol, sianida, dan metana. Molekul semacam ini menjadi dasar proses biologis di Bumi, meski pembentukannya juga dapat terjadi secara nonbiologis.

Selain itu, tim peneliti mencatat peningkatan kecerahan komet sekitar dua bulan setelah mendekati Matahari. Fenomena tersebut berkaitan dengan proses pelepasan gas, seperti air, karbon dioksida, dan karbon monoksida, ke ruang angkasa.

Ketika komet mendekati Matahari, permukaan es memanas lalu menyublim, yakni berubah langsung dari padat menjadi gas. Gas itu kemudian membentuk atmosfer tipis atau koma.

“Komet 3I/ATLAS penuh meletus ke luar angkasa pada bulan Desember 2025, setelah terbang dekat Matahari, menyebabkannya mencerahkan secara signifikan. Bahkan es air dengan cepat menyublim menjadi gas dalam ruang antarplanet,” kata pemimpin studi Carey Lisse dari Johns Hopkins Applied Physics Laboratory, Jumat (6/2/2026).

Trump Singgung Pearl Harbor Saat Terima Kunjungan PM Jepang

Ia menambahkan bahwa komet melepaskan berbagai material kaya karbon yang sebelumnya terkunci jauh di bawah permukaan. Material tersebut mencakup molekul organik, jelaga, dan debu batuan yang lazim pada komet purba.

AKTIVITAS TERTUNDA

Menariknya, puncak aktivitas komet tidak selalu terjadi saat jarak terdekat dengan Matahari. Panas membutuhkan waktu untuk menembus lapisan luar, sehingga es yang lebih dalam baru menyublim kemudian.

Hal itu tampak pada 3I/ATLAS. Pengamatan Agustus menunjukkan koma relatif sederhana. Namun, pengamatan Desember memperlihatkan aktivitas jauh lebih kuat dengan komposisi lebih beragam.

“Komet telah menghabiskan waktu berabad-abad melintasi ruang antarbintang dan kemungkinan membentuk kerak karena proses radiasi,” kata ilmuwan instrumen SPHEREx, Phil Korngut.

Menurutnya, energi Matahari akhirnya menembus lapisan tersebut, memanaskan es murni dan melepaskan bahan kimia yang belum terekspos selama miliaran tahun.

Idulfitri 2026 Tak Serentak, Ini Daftar Negara yang Lebaran Duluan

Selain gas, pengamatan juga menunjukkan material berbatu ikut terlempar. Debu yang keluar cenderung berukuran besar, sehingga tekanan radiasi Matahari tidak mampu mendorongnya jauh dari inti komet.

PERAN SPHEREX

Pengamatan komet menjadi keuntungan tambahan dari posisi teleskop SPHEREx yang memetakan seluruh langit. Misi ini meluncur pada 11 Maret 2025 untuk meneliti asal-usul alam semesta dan mencari bahan pembentuk kehidupan.

Pada akhir 2025, SPHEREx menyelesaikan peta inframerah pertama dari empat pemetaan langit sesuai rencana. Teleskop ini mampu mengamati langit dalam 102 panjang gelombang inframerah, sehingga dapat mendeteksi berbagai gas dan material kosmik.

“Teleskop ruang angkasa kami yang unik mengumpulkan data yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata wakil pemimpin studi Yoonsoo Bach.

Ia menambahkan bahwa kehadiran komet antarbintang hanya beberapa bulan setelah peluncuran misi menjadi peluang ilmiah yang langka.

Israel Umumkan Serangan Besar-Besaran ke Iran

Komet 3I/ATLAS pertama kali terdeteksi teleskop survei ATLAS di Chile pada 1 Juli 2025. Para ilmuwan segera memastikan objek tersebut berasal dari luar tata surya berdasarkan kecepatan dan lintasannya.

Sejak penemuan itu, berbagai misi NASA terus melacak pergerakan komet guna memahami komposisi dan jalurnya. Penelitian tersebut membantu ilmuwan mempelajari materi purba yang mungkin menyimpan petunjuk tentang pembentukan sistem bintang dan planet.