BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kehadiran listrik bukan lagi satu-satunya peran PT PLN UID Kaltimra. Sepanjang 2025, perusahaan memperluas kontribusi untuk masyarakat. Salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut menjangkau 22.588 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Capaian tersebut menunjukkan upaya PLN agar keberadaan perusahaan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong dampak sosial berkelanjutan.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan pelaksanaan TJSL menjadi bagian dari komitmen perusahaan sebagai mitra pembangunan daerah.
“Bagi PLN, program TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi, tetapi merupakan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata. Karena program tidak hanya fokus pada satu sektor tertentu, melainkan mencakup bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Termasuk juga penyediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas hidup kelompok rentan,” ujar Chaliq, Jumat (6/2/2026).
Selanjutnya, ia menjelaskan program TJSL sepanjang 2025 adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.
BANK SAMPAH SPI UNGGULAN
Salah satu program unggulan tampak melalui dukungan terhadap Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan pada SMKN 5 Balikpapan. Program tersebut menjadi model edukasi lingkungan berbasis sekolah. Siswa tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga mengelolanya agar bernilai ekonomi sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
Selain itu, PLN juga menjalankan program Bottle Up yang bertujuan mengurangi sampah botol plastik melalui penyediaan drop box pada sejumlah lokasi. Upaya lain berupa penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta program mudik gratis yang rutin setiap tahun dengan antusiasme tinggi.
“Selain memberdayakan kelompok masyarakat, program TJSL PLN UID Kaltimra juga untuk membentuk kebiasaan ramah lingkungan,” jelas Chaliq.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pelaksanaan program selalu selaras dengan agenda pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.
”Sinergi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar program tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang. Melalui pendekatan tersebut, program TJSL tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai penguat peran PLN sebagai mitra strategis pembangunan,” ucapnya. (bro2)


