BERAU
Beranda / DAERAH / BERAU / Musrenbang Gunung Tabur Himpun 378 Usulan Pembangunan

Musrenbang Gunung Tabur Himpun 378 Usulan Pembangunan

Bupati Berau Sri Juniarsih menyalami tokoh masyarakat saat menghadiri Musrenbang Gunung Tabur. Musrenbang Kecamatan Gunung Tabur menghimpun 378 usulan pembangunan, fokus pelayanan dasar, infrastruktur, dan penguatan SDM masyarakat Berau. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Suasana Pendopo Kecamatan Gunung Tabur tampak ramai sejak pagi. Perwakilan kampung, kelurahan, dan perangkat daerah berkumpul membawa harapan yang sama: pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Tabur tahun 2026 resmi dibuka Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Kamis (12/2/2026). Forum ini menjadi ruang menyelaraskan rencana pembangunan sekaligus menajamkan prioritas daerah.

Sebanyak 378 usulan muncul dari 10 kampung dan satu kelurahan. Kelurahan Gunung Tabur menyampaikan 92 usulan, Kampung Tasuk 6 usulan, Birang 18 usulan, Maluang 50 usulan, Sambakungan 28 usulan, Merancang Ulu 60 usulan, Melati Jaya 30 usulan, Merancang Ilir 31 usulan, Pulau Besing 10 usulan, serta Batu-Batu 55 usulan.

Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat menjelaskan kondisi fiskal saat ini menuntut penentuan prioritas secara cermat. Fokus utama tetap tertuju pada pelayanan dasar masyarakat.

Prioritas tersebut juga mencakup peningkatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan pustu, penambahan ruang belajar, serta penyediaan air bersih untuk mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan warga.

TPS3R Pulau Derawan Kelola Sampah Komunal

“Melalui Musrenbang ini kami berharap kolaborasi pembangunan terus terjaga. Usulan bahkan harus selaras dengan program daerah dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

PELESTARIAN SEJARAH HINGGA PROYEK FISIK

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan komitmen pemerintah mendorong pembangunan Gunung Tabur pada 2026. Perencanaan program tersebut mencakup pelestarian sejarah, penguatan ekonomi, pelayanan dasar, serta pembangunan infrastruktur.

Rencana fisik antara lain pembangunan dan rehabilitasi jalan, perbaikan drainase, peningkatan irigasi, normalisasi sungai, penguatan tebing, peningkatan sistem air minum, serta lanjutan pembangunan TPS 3R.

Sri Juniarsih juga mengingatkan adanya kebijakan efisiensi yang berdampak pada alokasi dana kampung tahun 2026. Kondisi ini menuntut kreativitas daerah dalam mengelola potensi, termasuk melalui penguatan sumber daya manusia dan dukungan CSR perusahaan.

“Saya mendorong partisipasi aktif perusahaan dan mitra pembangunan agar dana CSR selaras dengan program daerah dan manfaatnya benar-benar terasa bagi masyarakat,” tegasnya.

Satgas Pangan Polres Berau Awasi Harga Sembako Jelang Ramadan

Ia menambahkan pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia. Salah satu program penguatan SDM menyasar 50 kepala keluarga Kampung Melati Jaya.

“Program ini agar menjadi contoh bagi kampung lain,” pungkas Sri Juniarsih. (bro2)