BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Wajah-wajah pucat anak sekolah sempat memenuhi ruang perawatan setelah puluhan murid SDN 008 Waru mengalami keluhan kesehatan usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026). Kini, aparat kepolisian mulai menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara memastikan investigasi terus berjalan. Data terbaru mencatat 27 korban, terdiri dari 25 murid SD dan dua siswa SMA.
Para korban merasakan gejala keracunan serupa, seperti mual, muntah, dan juga pusing hampir bersamaan.
Kapolres menjelaskan seluruh korban merupakan penerima manfaat yang menyantap menu makan siang.
“Para murid SD yang menerima manfaat pada pagi hari tidak mengalami kendala kesehatan apa pun,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
MENUNGGU HASIL UJI LABORATORIUM
Polisi bersama tenaga kesehatan bergerak cepat setelah kejadian tersebut masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Koordinasi berlangsung dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan korban sekaligus penelusuran penyebab.
Tim bahkan gabungan telah mengamankan sejumlah sampel makanan. Menu yang diperiksa meliputi telur, sayur, buah, puding, serta tahu kecap.
“Kami sedang menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah kandungan dalam menu tersebut yang menyebabkan keluhan anak-anak. Hasil paling cepat keluar dalam waktu tiga hari,” katanya.
PENYELIDIKAN TERUS BERLANJUT
Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan indikasi unsur kesengajaan. Namun penyelidikan tetap mengarah pada dugaan faktor makanan sebagai pemicu utama.
Polres PPU juga berencana memeriksa saksi-saksi setelah hasil laboratorium keluar. Jika penyidik menemukan unsur kelalaian atau kesengajaan, proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami semua memiliki niat baik untuk menyukseskan program Bapak Prabowo. Tentunya semua pihak yang terlibat ingin program ini berjalan lancar,” pungkasnya. (bro2)


