BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa SDN 008 Waru memicu reaksi keras DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishak Rachman, mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap sistem penyediaan makanan.
Insiden tersebut menyebabkan sekitar 24 siswa mengalami mual, muntah, hingga sesak napas. Ishak menyarankan penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka.
“Saran saya, dengan kejadian ini, dapurnya tutup dulu. Evaluasi dulu, jangan besok tetap jalan,” ujar Ishak, Rabu (11/2/2026).
Ia juga menyoroti pengawasan gizi dan kebersihan dalam proses pengolahan serta penyajian makanan. Menurutnya, pengelola dapur harus membuka akses pengawasan agar fungsi kontrol berjalan maksimal.
Ishak mempertanyakan proses pengolahan makanan pada pagi hari yang memerlukan kontrol ketat. Ia meminta transparansi kepada publik dan pihak terkait.
Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi dalam wilayah Kalimantan Timur sehingga langkah pencegahan harus menjadi prioritas.
Ishak menegaskan DPRD akan segera berkoordinasi dengan pimpinan untuk menentukan langkah formal, termasuk kemungkinan pembentukan tim pengawasan.
“Secepatnya akan kita sampaikan ke pimpinan. Kita akan koordinasi dulu untuk melihat apakah tim pengawasan dari pemerintah daerah sudah berjalan atau belum,” katanya.
Meski tidak ada korban jiwa, ia menegaskan pemerintah harus bertindak cepat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harus ada pemeriksaan dulu makanan mana yang mengandung sesuatu yang membuat anak-anak sakit perut dan muntah,” pungkasnya. (bro3)


