BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Denting lesung, tarian adat, dan semangat gotong royong kembali mewarnai Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung. Suasana itu terlihat dalam Festival Budaya Lesung Osap, Kamis (21/5/2026).
Festival budaya tahunan tersebut menjadi ruang masyarakat Dayak Kenyah menjaga tradisi leluhur. Sekaligus juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan.
Asisten I Setda Berau, Hendratno membuka Lesung Osap. Festival budaya tersebut berlangsung selama tiga hari atau hingga 23 Mei 2026.
Menurut Hendratno, tradisi seperti Lesung Osap tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Dayak Kenyah, tetapi juga memiliki potensi besar mendukung sektor pariwisata Kabupaten Berau.
“Harus menjaga dan merawat budaya seperti ini. Selain menjadi identitas masyarakat, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah,” katanya.
Ia juga menyebut Kampung Bena Baru menjadi salah satu pusat komunitas Dayak terbesar dalam Kabupaten Berau. “Hingga kini masih kuat mempertahankan adat dan budaya leluhur,” ucapnya.
Rangkaian Lesung Osap 2026
Hari pertama festival berupa olahraga tradisional, serta pertunjukan seni budaya. Hari kedua perlombaan tradisional dan pentas seni. Sedangkan hari terakhir yakni syukuran pascapanen serta penutupan Festival Lesung Osap.
Suasana pembukaan semakin meriah lewat penampilan tarian kolosal yang menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Dayak Kenyah dalam bercocok tanam padi.
Mulai dari membuka lahan, menanam, merawat tanaman, hingga panen dan ungkapan rasa syukur. Seluruh tahapan tergambarkan melalui rangkaian tarian tradisional penuh filosofi.
Tarian Kancet Ajai menggambarkan semangat bekerja keras saat membuka lahan. Ledek menceritakan proses membersihkan lahan, sedangkan Nogan menggambarkan aktivitas menugal atau menanam padi secara gotong royong.
Selanjutnya, tarian Majau memperlihatkan suasana panen penuh kebersamaan. Datun menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Penampilan kemudian adalah Mejung Lesung yang menggambarkan aktivitas mengangkat lesung sebagai alat tradisional pengolahan padi, sebelum menutupnya dengan Mecaq Ontad atau tradisi menumbuk padi dalam lesung.
Festival Lesung Osap sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kampung Bena Baru sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian setiap tahun. (bro2)

