BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) Kecamatan Gunung Tabur mulai meningkat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dalam persiapan layanan pemotongan hewan kurban, Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau kondisi fasilitas tersebut, Senin (25/5/2026).
Kunjungan itu untuk memastikan pelayanan pemotongan hewan berjalan aman, bersih, dan siap menghadapi kebutuhan masyarakat saat Iduladha.
Gamalis menerima laporan jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH. Hingga saat ini, tercatat sekitar 14 hingga 15 ekor sapi terdaftar untuk pemotongan. Angka itu turun sekitar 50 persen dari tahun lalu yang mencapai 28 ekor sapi.
Menurut Gamalis, penurunan jumlah pemotongan karena meningkatnya jumlah Juru Sembelih Halal (Juleha) yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi. Kondisi itu membuat banyak masjid atau lokasi lain melaksanakan penyembelihan secara mandiri.
Meski jumlah pemotongan menurun, ia menegaskan keberadaan RPH tetap penting untuk menjaga standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan hasil pemotongan hewan.
Selain memantau layanan, Gamalis juga menyoroti kondisi fasilitas pendukung, terutama Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian.
Berdasarkan laporan pengelola, kerusakan terjadi akibat pipa pecah dan pompa yang tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut karena lintasan sapi berukuran besar dengan bobot lebih dari satu ton.
“IPAL ini sangat penting karena berkaitan dengan pengelolaan limbah. Harus segera mendapatkan perbaikan ketika terjadi kerusakan agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Gamalis, tidak bisa menunda perbaikan karena aktivitas pemotongan hewan berlangsung hampir setiap hari. Ia meminta usulan perbaikan segera masuk dalam perubahan anggaran.
SDM RPH Butuh Ditambah
Data RPH menunjukkan hingga Mei 2026 telah dilakukan pemotongan sebanyak 105 ekor hewan. Tingginya aktivitas tersebut membuat sarana pendukung yang layak menjadi kebutuhan utama.
Tak hanya infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Jumlah petugas yang ada saat ini belum ideal untuk mendukung seluruh operasional RPH.
Pengelola RPH mengusulkan penambahan tenaga pemotong dan petugas pendukung lainnya guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi beban kerja petugas.
Gamalis menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau akan memberi perhatian terhadap kebutuhan perbaikan fasilitas dan penambahan personel RPH.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelayanan pemotongan hewan tetap optimal, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Hari Raya Iduladha.


